Relawan Bumbung Kosong Berpotensi Hambat Jalan Kemenangan Ipin-Syah di Pilkada 2024 Trenggalek

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Gerakan relawan “Bumbung Kosong” berpotensi hambat jalan mulus kemenangan pasangan petahana Mochamad Nur Arifin dan Syah Muhammad Natangerra (Ipin-Syah) pada Pilkada Trenggalek 2024. Relawan yang dikomandoi Ali Maskur, Ketua Partai Gelora Trenggalek, menegaskan komitmennya untuk menggalang dukungan demi memperjuangkan demokrasi.

Koordinator relawan geakan bumbung kosong, Ali Maskur menyampaikan, jika kehadirannya di kantor KPU Trenggalek pada Senin(9/9), untuk koordinasi seputar kotak kosong atau bumbung kosong pada Pilkada Trenggalek Tahun 2024. Ia mendorong demokrasi di Trenggalek agar semakin maju

“Karena hanya ada satu pasangan calon. Kami merasa demokrasi di Trenggalek mengalami kemunduran,” kata Ali Maskur di depan kantor KPU Trenggalek.

Ali menegaskan, gerakan relawan “Bumbung Kosong” tidak bermaksud menghujat pemerintah atau menghalangi jalannya Pilkada. Namun, mereka bersikukuh untuk menyatukan kekuatan dalam pemenangan “Bumbung Kosong” atau kotak kosong.

“Mulai hari ini, kami akan rapatkan barisan untuk memenangkan Bumbung Kosong,” tambahnya.

Ali Maskur menjelaskan bahwa dalam Pilkada Trenggalek 2024, masyarakat hanya akan dihadapkan pada dua pilihan, yaitu pasangan petahana Ipin-Syah dan “Bumbung Kosong”. Yakni kotak kosong pada surat suara yang tanpa gambar. Ia juga menuntut penjelasan dari KPU terkait legalitas “Bumbung Kosong”.

“Kami ingin kejelasan, apakah ‘Bumbung Kosong’ secara legal diakui atau tidak. Kalau ada legalitasnya, kami akan bergerak untuk memenangkannya,” tegas Ali.

Menurut Ali, terkait kepastian legalitas bumbung kosong, KPU Trenggalek saat ini masih menunggu hasil koordinasi dengan jajaran KPU yang lebih tinggi.  Ali juga menambahkan bahwa gerakan ini sudah terkoordinasi di seluruh kecamatan dan desa di Trenggalek. Dengan dukungan relawan yang solid, mereka siap memberikan perlawanan kepada pasangan petahana.

“Inshaallah, kami siap untuk memenangkan ‘Bumbung Kosong’. Ini adalah cara kami untuk memastikan demokrasi tetap hidup di Trenggalek,” ujar Ali dengan penuh keyakinan.

Ali juga menjelaskan alasan mengapa pihaknya tidak mengusung kandidat sendiri dalam Pilkada 2024. Menurutnya, bakal calon kandidat Pilkada yang diharapkan mendapat dukungan ternyata tidak memperoleh rekomendasi partai.

“Kami sebenarnya sudah berusaha mengajukan calon, tetapi rekomendasi mayoritas partai justru jatuh kepada petahana,” tutup Ali.(CIA)

 

Views: 2