TRENGGALEK, bioztv.id – Sudah dilakukan pendampingan trauma healing sejak kasus mencuat ke publik. 5 siswa SD di Kecamatan Bendungan, Trenggalek yang diduga menjadi korban pencabulan oknum guru belum dilakukan visum. Sementara itu untuk memastikan jenis pencabulannya berupa sodomi atau bukan juga masih menunggu hasil visum.
Mengacu keterangan PLT Kepala Dinas Sosial pemberdayan perempuan dan anak (Dinsos P3A) Trenggalek, penanganan bocah SD korban dugaan pencabulan di Kecamatan Bendungan masih tetap berlanjut. Sejak kasus tebongar, pihak Dinsos P3A langsung terjunkan tim untuk lakukan pendampingan terhadap para korban, keluarga hingga sekolah. Selain lakukan pendampingan berupa trauma healing, DInsos juga memberikan pendampingan hukum terhadap korban. Pasalnya, saat ini kasus tersebut juga sudah ditangani jajaran Polres Trenggalek.
Lebih lanjut Plt Kepala Dinsos P3A Trenggalek, Ratna Sulistyowati menjelaskan, untuk membuktikan jenis pencabulannya berupa Sodomi atau bukan perlu adanya Visum. Sementara itu, saat ini belum dilakukan visum. Setelah nanti dilakukan visum, hasilnya akan kelihatan apakah sempat terjadi sodomi atau jenis pencabulannya selain sodomi.
Ratna juga menambahkan, untuk kondisi korban saat ini sudah semakin membaik. Para korban sudah kembali ke sekolah. Saat ini teman teman korban sudah bisa menerima mereka, disisi lain guru gurunya juga sudah kondusif. Kondisi disekolah sudah tidak ada lagi anak yang dipojokkan, diolok olok dan lain sebagainya. Intinya teman teman korban dipahamkan bahwa temannya itu saat ini dalam kondisi yang harus di support, sehingga mereka tetap bisa kembali ke sekolah.
Views: 67
















