TRENGGALEK, bioztv.id – Buntut dugaan kasus pelecehan seksual terhadap 5 siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan bendungan, Kabupaten Trenggalek, Dinas Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Provinsi jawa Timur akan terjunkan tim ke Trenggalek. Dari tim tersebut diantaranya ada Psikoklinis yang akan lakukan penanganan lebih lanjut.
Berdasarkan keterangan PLT Kepala Dinas Sosial pemberdayan perempuan dan anak (Dinsos P3A) Trenggalek, rencananya pada minggu minggu ini, pihak Dinas Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Provinsi Jawa Timur akan menurunkan tim nya ke Trenggalek. Pasalnya, saat ini kasus dugaan pelecehan seksual terhadap 5 pelajar SD di Trenggalek saat ini sudah menjadi konsumsi publik. Sleain itu jumlah korbannya juga banyak. Meski saat ini sudah ditemukan 5 korban, namun karena dugaan kasus ini sudah terjadi sejak lama, tidak menutup kemungkinan masih ada korban lain yang belum diketahui.
Lebih lanjut Plt Kepala Dinsos P3A Trenggalek, Ratna Sulistyowati menerangkan, Saat ini di Trenggalek belum memiliki psikoklinis, yang dimiliki dinsos Trenggalek hanya Psikolog umum. Sementara itu Psikoklinis adalah yang bisa langsung mendiagnosa, menangani dan lain sebagainya. Psikoklinis itu saat ini yang punya masih pemerintah provinsi Jawa Timur.
Ratna juga menjelaskan, Untuk langkah pendampingan yang dilakukan Dinsos P3A Trenggalek saat ini tetap berlanjut, yakni lekukan pendampingan trauma healing terhadap korban, keluarga hingga lingkungan. Meski kondisi korban saat ini sudah membaik, namun korban sempat mengalami perubahan prilaku. Diantaranya pernah menirukan prilaku pelaku, yakni korban pernah mencoba melakukan sesuatu ke anak lain seperti apa yang pernah pelaku dilakukan terhadap korban. Selain itu korban juga ada yang sempat berubah menjadi pemarah, malas belajar, suka nonton film dewasa, dan lain sebagainya. Sehingga pendampingan terhadap korban harus dilakukan secara komprehensif.
Views: 85

















