Bocah SD Korban Pelecehan di Kecamatan Bendungan Trenggalek Sudah Kembali Sekolah

oleh
oleh
Bocah SD Korban Pelecehan di Kecamatan Bendungan Trenggalek Sudah Kembali Sekolah
Bocah SD Korban Pelecehan di Kecamatan Bendungan Trenggalek Sudah Kembali Sekolah

TRENGGALEK, bioztv.id – Diduga telah menjadi korban pelecehan oleh oknum guru yang sekaligus Plt Kepala Sekolah, 5 Bocah SD di Kecamatan Bendungan kondisinya mulai membaik. Dari hasil pemantauan dinas pendidikan pemuda dan olahraga dilapangan, diketahui jika para korban sudah kembali sekolah dan bisa berinteraksi dengan teman temannya.

Penanganan terduga korban pelecehan di Kecamtan Bendungan Kabupaten Trenggalek menjadi perhatian khusus dinas pendidikan pemuda dan olahraga (Dikpora) Trenggalek. Untuk memastikan kondisi psikologis korban, dikpora sudah menggandeng dinas sosial pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (Dinsos P3A) Trenggalek. Sehingga para korban mendapat pendampingan khusus dari Dinsos. Untuk memastikan kondisi da lingkungan korban, dinsos dan Dikpora juga sudah lakukan peninjauan langsung disekolah korban.

Kepala DInas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Agus Setyono menyampaikan, dari hasil pendampingan dan peninjauan dilapangan, diketahui jika kondisi para korban saat ini sudah baik baik saja. Saat ini kelima korban sudah kembali sekolah seperti biasa. Sementara itu saat di sekolah, mereka juga sudah berinteraksi dengan teman temannya seperti biasa. Meski demikian pihak Dikpora maupun Dinsos akan tetap memantau perkembangan kondisi para korban.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kasus dugaan pelecehan oknum guru SD Negeri yang sekaligus PLT Kepala Sekolah di Kecamatan bendungan ini sudah dilaporkan ke Polres Trenggalek pada 14 januari 2023 lalu. Kasus ini terbongkar setelah salah satu korban mengeluh lapor ke orang tuanya. Selanjutnya, orang tua korban melaporkan kejadian ini ke Polres Trenggalek. Dari data sementara korban berjumlah 5 anak. Korban juga diketahui berbeda beda kelas, ada yang kelas 4 dan ada yang kelas 6. Bahkan ada yang diduga telah dilecehkan sejak kelas 1 SD. Ironisnya, dugaan aksi bejat tersebut dilakukan di Perpustakaan sekolah.

Views: 102