TRENGGALEK, bioztv.id – Pencemaran lingkungan akibat limbah pindang diduga sudah berdampak pada kesehatan warga sekitar. Pasalnya, sejumlah warga sudah ada yang mengalami gangguan kesehatan. Dari hasil pemeriksaan dokter diantaranya ada yang mengalami flek pada paru paru. Kondisi ini diduga akibat dari lingkungan yang tercemar.
Sesuai data yang ada, saat ini d Kecamatan Watulimo masih ada 12 pengusaha pindang yang menjalankan aktivitasnya dikawasan permukiman warga. Belasan usaha pemindangan itu tersebar di Desa Margomulyo sejumlah 4, Desa Watulimo 1, Desa Gemaharjo 1, dan yang lainnya di Desa Prigi dan Tasikmadu. Limbah pindang itu selama ini masih dibuang ke sungai, sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan dan menggangu warga sekitar. Meski ada IPAL, namun kualitasnya dinilai tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya.
Salah satu warga, Mustaghfirin menyampaikan, akibat pencemaran lingkungan ini diduga sudah berdampak apda kesehatan warga. Salah satu warga di Desa Margomulyo ada yang mengalami gangguan kesehatan hingga menimbulkan flek pada paru paru. Dari hasil pemeriksaan dokter, hal itu merupakan dampak dari pencemaran lingkungan. Terlebih, saat ia dibawa keluar daerah bisa sembuh, namun saat kembali ke rumah justru kambuh lagi.
Seperti diberitakan sebelumnya, Instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) yang dibangun disejumlah tempat usaha pemindangan yang ada di kawasan permukiman warga Kecamatan Watulimo dinilai masyarakat setempat tidak memenuhi standart. Pasalnya, kondisi Ipal yang ada dianggap tidak bisa menjadi solusi limbah. Sehingga tetap menimbulkan pencemaran.
Views: 87

















