TRENGGALEK, bioztv.id – Warga Desa Margomulyo, kecamatan Watulimo, kabupaten Trenggalek mengaku jika kesehatan anak dan istrinya menjadi korban limbah pindang. Pasalnya, kondisi anaknya sempat mengalami alergi paru paru hingga menimbulkan flek. Sementara itu istrinya juga batuk batuk. Kondisi ini diduga akibat pencemaran lingkungan.
Berdasarkan keterangan salah satu warga Desa Margomulyo, Bibit Rianto, selama ini anaknya sudah menajdi korban dari pencemaran lingkungan akibat limbah pindang. Saat dilakukan pengobatan di Tulungagung selama 6 bulan, kemudian menambah lagi 3 bulan anaknya sempat dinyatakan sembuh. Namun setelah kembali ke rumah, beberapa bulan kemudian kambuh lagi. Ia mengalami batuk secara terus menerus dan badannya panas.
Lebih lanjut Bibit Rianto menjelaskan, Setelah kembali dibawa ke dokter, anaknya di vonis terjangkit alergi paru paru. Menurut dokter, kondisi ini salah satunya akibat dari pencemaran lingkungan. Sehingga dokter menyarankan agar anak saya sering dibawa ke pegunungan agar bisa kembali mendapatkan udara yang segar dan tidak tercemar. Selain itu, istrinya juga sering mengalami batuk batuk. Hal in juga diduga akibat pencemaran limbah pindang.
Bibit juga menambahkan, Kondisi rumahnya memang berdekatan dengan lokasi pembuangan limbah pindang. Jaraknya hanya sekitar 5 meter dari sungai tempat pembuangan limbah tersebut. Sehingga saat dirumah ia selalu mencium bau menyengat. bahkan, untuk menghindari bau tersebut, ia nekat membuat ruang khusus dirumahnya sebagai tempat istirahat agar tidak mencium bau limbah pindang.
Views: 95

















