TRENGGALEK, bioztv.id – Maksimalkan penanganan limbah pindang di Kecamatan Watulimo menjadi lebih baik, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin dorong upaya PT.JET konversi limbah menjadi berkah. Sehingga limbah tersebut bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat. Terkait hal ini, PT JET sudah mengambil sample limbah pindang untuk diteliti.
Pasca mencuat pada 2017 lalu, polemik limbah pindang kembali mencuat pada awal Tahun 2023. Saat ini masih ada 12 pengusaha pindang yang menjalankan aktivitasnya dikawasan permukiman warga. Belasan usaha pemindangan itu tersebar di Desa Margomulyo sejumlah 4, Desa Watulimo 1, Desa Gemaharjo 1, dan yang lainnya di Desa Prigi dan Tasikmadu. Warga menilai masih banyak pemindang tidak memanfaatkan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) dengan baik, sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan. Namun, dari hasil peninjauan Bupati dilapangan, masih ada pemindang yang memanfaatkan IPAL dan mengolah limbahnya dengan baik.
Menanggapi permasalahan limbah pindang ini, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menjelaskan, untuk penanganan limbah, saat ini PT.JET yang merupakan BUMD yang menangani masalah energi sudah lakukan oengambilan sample limbah pindang. PT.JET akan meneliti limbah pindang agar nanti bisa dikonversi menjadi berkah. Apakah menajdi pupuk atau menjadi barang yang bermanfaat lainnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Salah satu penusaha pemindangan yang memanfaatkan IPAL dengan baik adalah Muyani, Warga Desa Gemaharjo, Kecamatan Watulimo. Dari hasil peninjauan Bupati, usaha pemindangan milik Muyani ini sudah mengalami perubahan yang lebih baik dibandingkan sebelum memiliki IPAL pada 2017 lalu. Saat itu air yang keluar dari lokasi pemindangan ini berwarna hitam pekat dan bau. Namun setelah memiliki IPAL, limbah air pemindangan diolah disitu kemudian diangkut ke IPAL milik pemerintah daerah yang ada di Bengkorok.
Views: 48

















