Penanganan Limbah Pindang, Bupati Trenggalek Tekankan Penyelesaian Masalah Tanpa Sentimen

oleh
oleh
Penanganan Limbah Pindang, Bupati Trenggalek Tekankan Penyelesaian Masalah Tanpa Sentimen .jpeg
Penanganan Limbah Pindang, Bupati Trenggalek Tekankan Penyelesaian Masalah Tanpa Sentimen .jpeg

TRENGGALEK, bioztv.id – Penanganan polemik limbah pindang di Kecamatan Watulimo, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin tekankan penyelesaian masalah tanpa adanya sentimen masyarakat. Pasalnya, dari semua pelaku usaha pindang masih ada yang mengelola limbahnya dengan baik. Namun untuk pemindang nakal juga harus ditindak

Sejak kembali mencuat pada awal Februari lalu, sejumlah warga Kecamatan Watulimo menuntut seluruh pemindang pindahkan usahanya ke sentra pemindangan yang ada di bengkorok. Pasalnya, warga menilai usaha pemindangan telah mencemari lingkungan dan menimbulkan bau menyengat. Menurut warga, para pemindang banyak yang tidak memanfaatkan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) dengan baik, Bahkan membuang limbah pemindangannya ke sungai.

Menanggapi polemik ini, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menyampaikan, permasalahan terkait pemindangan ini adalah limbah. Jika limbahnya bisa tertangani dengan baik maka permasalahan juga selesai. Bupati menkankan jangan sampai ada sentimen warga yang meminta semua harus pindah. Jika ada sentimen seperti itu maka pengusaha pindang yang selama ini sudah mengelola IPAL nya dengan baik akan jadi korban. Selain itu ibu ibu yang bekerja di tempat pemindangan utu juga turut terdampak. Namun, untuk pemindang yang tidak mengolah limbahnya dengan baik, dan menimbulkan pencemaran, maka pemerintah daerah tetap akan lakukan penindakan.

Mas Ipin juga menambahkan, untuk penanganan limbah pindang, selama ini pilihanya hanya ada 2, yang pertama, pelaku usaha pindang harus memiliki IPAL dan mengelola limbahnya dengan baik. Sedangkan pilihan kedua, jika tidak mau membuat IPAL dan tidak mengelola limbahnya dengan baik maka harus pindah ke sentra pemindangan yang ada di Bengkorok. Terkait hal ini Mas Ipin meminta agar warga tidak menyamaratakan pemindang, pasalnya, masing masing pengusaha juga punya keseriusan penanganan limbah yang berbeda.

Views: 35