Terima Pertanggungjawaban APBD 2021, DPRD Trenggalek Tekankan Belanja Modal Diatas 30%

oleh
oleh
Terima Pertanggungjawaban APBD 2021, DPRD Trenggalek Tekankan Belanja Modal Diatas 30%
Terima Pertanggungjawaban APBD 2021, DPRD Trenggalek Tekankan Belanja Modal Diatas 30%

TRENGGALEK, bioztv.id – Terima nota pertanggungjawaban APBD Trenggalek Tahun 2021, DPRD Trenggalek mulai sentil kecilnya nominal belanja moda. Pasalnya, pada Tahun 2021 belanja modal hanya sekitar 21%. Wakil rakyat meminta kedepannya belanja modal bisa bertambah. Prosentasenya diharapkan mampu diatas 30% dari APBD.

Mengacu keterangan wakil ketua DPRD Trenggalek, dalam rapat paripurna 28 Juni ini, pihaknya sudah menerima nota pertanggungjawaban APBD Trenggalek Tahun 2021 dari legislatif. Nota tersebut diserahkan langsung oleh wakil bupati Trenggalek. Dalam nota tersebut, tercatat Pemkab Trenggalek merealisasikan 90,32% dati total anggaran yang ada. Artinya dari 2 triliun 37 miliar anggaran belannya hanya terealisasi sebesqr Rp. 1  triliun 840 miliar. Sehingga pada tahun 2021 APBD Trenggalek mengalami surplus anggaran sebesar Rp. 19 miliar, 798 juta. Sementara itu jumlah sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) pada  tahun 2021 sekitar Rp.224 Miliar.

Lebih lanjut Wakil bupati Trenggalek menyampaikan, sekilas dari nota pertanggungjawaban tersebut pihaknya kritisi terkait kecilnya belanja modal. Jumlahnya beanja modal pada Tahun 2021 antara 21% hingga 23%. Diharapkan jumla tersebut bisa meningkat hingga diatas 30%. MEski belanja modal kecil, namun pada belanja operasi sebenarnya juga ada beberapa kegiatan yang bersifat belanja modal. Misalnya, untuk ADD dan DD. Dalam pencatatannya masuk pada belanja operasi, namun peda realisasinya juga ada yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur.

Doding juga menambahkan, selama beberapa tahun terakhir ini belanja hibah, dan bantuan sosial masuk pada kegiatan dampak pandemi Covid-19. Diharapkan, pasca pandemi nanti alokasinya bisa berbeda. Pihaknya berharap  agar anggaran tersebut bisa digeser dan dimasukkan pada belanja modal.

Views: 37