TRENGGALEK, bioztv.id – Tahun 2022, Anggaran dana bantuan operasional daerah untuk madrasah diniyah (Bosda Madin) di Kabupaten Trenggalek mengalami penurunan yang cukup signifikan. Jika sebelumnya total kucuran anggaran dari pemerintah provinsi dan daerah mencapai sekitar Rp.7 Miliar, saat ini hanya Rp.2,6 Miliar.
Berdasrakan keterangan ketua Komisi 4 DPRD Trenggalek, saat ini kucuran anggaran Bosda Madin dinilai sangat memprihatinkan/ Pasalnya, nominalnya terlalu kecil jika dibandingkan Bosda Madin sebelum pandemi. Saat sebelum pandemi, anggaran tersebut mencapai Rp.7 Miliar, Rinciannya, 4Rp.4 Miliar anggaran dari Pemerintah Provinsi, dan 3Rp 3 Miliar dari pemerintah daerah. Sementara itu pada Tahun 2022 ini anggaran tersebut ganya Rp 2,6 Miliar saja. RInciannya terdiri dari Rp 1,2 miliar bantuan dari pemerintah provinsi dan Rp 260 juta dari Pemkab Trenggalek
Lebih lanjut Ketua Komisi 4 DPRD Trenggalek, Sukarudin menyampaikan, penurunan anggaran Bosda Madin akan membuat para pengajar Madin kesulitan memenuhi kebutuhan anggaran. Terlebih, jumlah pengajar dan santri di Madrasah diniyah di Kabupaten Trenggalek tak sedikit. Jumlahnya lebih dari 2.800 orang, sedangkan jumlah santri mencapai sekitar 7.400-an.
Berkaca dari merosotnya anggaran Bosda Madin ini, sukarudin juga berharap agar Pemkab Trenggalek memasukkan hal ini sebagai prioritas dalam pembahasan APBD perubahan pertengahan tahun mendatang. Pihaknya juga mengaku telah berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Trenggalek. Meski demikian pihaknya juga masih ragu apakah anggaran yang ada nantinya bisa meng-cover penurunan nilai yang sebesar itu.
Views: 215

















