Sejumlah Aktivis Hearing Bahas Rencana Utang Pemkab Trenggalek, Sekda Mangkir Dari Undangan ?

oleh
oleh
Sekretaris daerah (Sekda) Trenggalek mangkir dari undangan, Hearing pembahasan rencana Pemkab Trenggalek utang anggaran ke PT.SMI, oleh sejumlah aktivis di Gedung DPRD akhirnya gagal. Meski kecewa, namun sejumlah aktivis itu akan kembali lakukan hearing hingga sekda bisa memaparkan rencana utang itu.

TRENGGALEK, bioztv.id – Sekretaris daerah (Sekda) Trenggalek mangkir dari undangan, Hearing pembahasan rencana Pemkab Trenggalek utang anggaran ke PT.SMI, oleh sejumlah aktivis di Gedung DPRD akhirnya gagal. Meski kecewa, namun sejumlah aktivis itu akan kembali lakukan hearing hingga sekda bisa memaparkan rencana utang itu.

Hearing pembahasan rencana Pemkab Trenggalek ajukan utang ke PT.Sarana Multi Insfratruktur (SMI) ini digelar pada 17 Juni 2021, namun saat sejumlah aktivis yang tergabung dalam paguyuban perwakilan masyarakat, dan sejumlah perwakilan anggota DPRD Trenggalek sudah siap, justru sekda tidak menghadiri hearing tersebut.  Dalam rencana hearing ini, para aktivis meminta jawaban penuh dari Sekda agar semua pertanyaan yang disampaikan bisa tuntas. Karena sekda merupakan ketua dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Ketua Tim Koordinator Paguyuban Masyarakat Trengggalek , Imam Bahruddin menyampaikan, pihaknya mengaku sangat kecewa atas ketidakhadiran Ketua TAPD yang juga menjabat sekretaris daerah pada hearing pembahasan rencana utang pemerintah daerah ini. Pasalnya, akibat Ketidakhadiran Sekda, rapat hearing yang sebelumnya telah diagendakan jauh-jauh hari terpaksa ditunda.

Sekedar diketahui bahwa, Pemkab Trenggalek telah mengajukan pinjaman daerah melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Sesuai rencana awal besaran pinjaman mencapai sekitar 460 Miliar rupiah dengan jangka waktu pengembalian tiga tahun. Namun karena kondisi keuangan, pemkab terus melakukan revisi.  Bahkan dari rencana awal sebesar Rp 460 miliar, kemudian direvisi menjadi Rp 249 miliar dan terakhir Rp 150 miliar.  Meski demikian untuk kepastian besaran pinjaman hingga saat ini masih tarik ulur.

Views: 0