TRENGGALEK, bioztv.id – Memasuki musim penghujan, lebih dari 60 desa yang tersebar di 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Trenggalek Jawa Timur masih dilanda bencana kekeringan. Akibatnya, untuk memenuhi kebutuhan air bersihnya, warga hanya mengandalkan kiriman air bersih dari BPBD dan kiriman dari para donatur.
Berdasarkan data yang dihimpun badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek, hingga akhir bulan Desember tahun 2019 ini sedikitnya ada 66 desa yang masih minta kiriman air bersih. Puluhan desa tersebut tersebar di seluruh Kecamatan yang ada di Trenggalek. Sedangkan kondisi kekeringan terparah terjadi di Kecamatan Panggul.
Kepala BPBD Kabupaten Trenggalek, Joko Rusianto menyampaikan, Berdasarkan data BMKG, saat ini sudah masuk pada musim penghujan, namun kondisi hujan di Trenggalek sendiri belum bisa merata. Hujan yang terjadi masih sporadic dengan intensitas hujan yang tidak sama. Sehingga sejumlah daerah yang dilanda bencana kekeringan sampai saat ini masih mengandalkan kiriman air bersih.
Joko Rusianto juga menyampaikan, Untuk memenuhi permintaan bantuan air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan ini, BPBD Trenggalek telah menggunakan anggaran dari anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemkab Trenggalek senilai 1,6 Miliar rupiah. Hingga akhir bulan desember ini anggaran tersebut masih banyak, dan dipastikan masih bisa untuk mencukupi kebutuhan air bersih bagi warga.
Views: 1

















