Komisi II DPRD Kembali Soroti Harga Tiket Wisata Trenggalek Naik Tapi Pendapatan Justru Menurun

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Kenaikan tarif tiket masuk destinasi wisata di Kabupaten Trenggalek dari Rp10.000 menjadi Rp15.000 belum sejalan dengan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Komisi II DPRD Trenggalek mempertanyakan kinerja Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) karena pendapatan retribusi pariwisata justru menurun dibandingkan capaian beberapa tahun lalu.

Kondisi tersebut menjadi fokus evaluasi DPRD untuk mengurai persoalan pengelolaan pendapatan dari destinasi wisata milik Pemerintah Kabupaten Trenggalek.

Ketua Komisi II DPRD Trenggalek, Mugianto, mengungkapkan bahwa sektor pariwisata pernah membukukan pendapatan lebih dari Rp8 miliar pada 2019. Saat itu, pemerintah daerah masih menetapkan tarif tiket masuk sebesar Rp10.000 per orang.

Namun, kondisi saat ini menunjukkan situasi berbeda. Pemerintah daerah telah menaikkan tarif tiket menjadi Rp15.000 per orang, tetapi pendapatan retribusi belum menunjukkan peningkatan yang sebanding.

“Kenapa justru tahun 2019 pernah tercapai Rp8 miliar sekian dari sisi pendapatan. Padahal saat itu tiket masuk baru Rp10.000, sekarang sudah Rp15.000,” cetus Mugianto.

DPRD Soroti Potensi Kebocoran dan Kinerja Petugas

Mugianto menegaskan bahwa Komisi II akan menelusuri penyebab penurunan PAD sektor pariwisata. Evaluasi tersebut akan mencakup efektivitas pemungutan retribusi di lapangan hingga potensi kebocoran pendapatan.

“Ada kebocoran, apa mungkin petugas pungutnya kurang sigap? Nah, ini kan kita cari akar persoalannya,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Mugianto juga menyoroti penurunan pendapatan di sejumlah destinasi unggulan milik pemerintah daerah. Ia mencontohkan realisasi retribusi parkir di kawasan Pantai Prigi dan tingkat kunjungan ke destinasi Prigi 360 yang menunjukkan tren penurunan.

Kondisi tersebut mendorong DPRD untuk mengevaluasi kinerja petugas pemungut retribusi sekaligus menelusuri penyebab turunnya penerimaan daerah.

Persaingan Destinasi Wisata Jadi Alibi

Menanggapi kritik DPRD, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Trenggalek, Tony Widianto, menjelaskan bahwa peta persaingan pariwisata saat ini berbeda dibandingkan 2019.

Menurut Tony, kemunculan berbagai destinasi wisata baru membuat wisatawan memiliki lebih banyak pilihan. Ia mencontohkan objek wisata yang dikelola masyarakat, seperti Pantai Mutiara, sebagai salah satu alternatif tujuan wisata.

“Jadi sekarang saat ini memang terus terang harus berbagi (kunjungan wisatawan),” ujar Tony.

Tony menambahkan bahwa Pemkab Trenggalek merencanakan revitalisasi di sejumlah destinasi untuk meningkatkan daya tarik wisata.(CIA)

Views: 4