TRENGGALEK, bioztv.id – Gapoktan Sumber Alam Desa Margomulyo, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, menyiapkan skema sewa alat dan mesin pertanian (alsintan) bantuan APBN. Pengelola merancang tarif terjangkau untuk membantu petani sekaligus membiayai perawatan dan operasional alat.
Ketua Gapoktan Sumber Alam, Imam Mu’alim, menjelaskan bahwa pengelola membutuhkan biaya sewa untuk menjaga keberlanjutan penggunaan alsintan. Dana tersebut akan menjadi kas operasional untuk membiayai perawatan mesin secara berkala.
“Tanpa sewa tidak mungkin, karena harus ada kas untuk perawatan,” jelas Imam saat menerangkan mekanisme pengelolaan bantuan.
Layani Lahan Sawah Seluas 46 Hektare
Gapoktan Sumber Alam menaungi tujuh kelompok tani (poktan). Pengelola memprioritaskan pemanfaatan alsintan baru untuk menggarap lahan sawah produktif seluas sekitar 46 hektare di Desa Margomulyo.
Bantuan traktor dan mesin penanam modern diharapkan mempercepat pengolahan lahan sekaligus mendukung penanaman tepat waktu. Pengelola menargetkan proses pengolahan lahan dan penanaman dapat selesai dalam waktu sekitar satu pekan.
“Dengan adanya ini saya yakin akan bisa tercapai (pengolahan lahan sepekan),” tutur Imam.
Tarif Sewa Lebih Murah dari Penyedia Swasta
Imam memastikan Gapoktan akan menetapkan tarif sewa lebih murah dibandingkan penyedia jasa alsintan umum. Skema tersebut bertujuan membantu petani menekan biaya produksi dan memanfaatkan bantuan pemerintah secara optimal.
“Karena ini milik petani, milik rakyat, akan lebih murah daripada nyewa dari yang lain,” tegasnya.
Sebagai gambaran, tarif sewa alat pengolah tanah dari penyedia jasa umum di wilayahnya berkisar Rp300 ribu untuk lahan seluas 125 ru. Gapoktan akan menetapkan tarif lebih rendah setelah membahasnya bersama anggota.
Pengelola juga perlu mempertimbangkan biaya operasional dan perawatan agar alsintan dapat terus digunakan dalam jangka panjang.
Siapkan Operator dan Pelatihan Teknis
Selain merancang skema sewa, Gapoktan Sumber Alam mulai menyiapkan tenaga operator untuk menjalankan alsintan di lahan pertanian.
Salah satu kelompok binaannya, Poktan Sinar Tani, telah menyiapkan calon operator. Mereka masih menunggu pelatihan teknis dari Dinas Pertanian sebelum mengoperasikan alat bantuan tersebut.
“Untuk ini sudah ada persiapan untuk operatornya. Dan kita kan masih akan ada pelatihan,” jelas Imam.(CIA)
Views: 8

















