Kejar Swasembada Pangan 2027, Petani Trenggalek Terima Puluhan Mesin Pertanian dari APBN

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari APBN untuk mempercepat masa tanam dan memperkuat ketahanan pangan daerah. Bantuan ini juga mendukung upaya mengejar target swasembada pangan nasional pada 2027.

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek menyerahkan bantuan tersebut kepada sejumlah Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Kelompok Tani (Poktan) di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Karangan, Kamis (15/10/2026).

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek, Imam Nurhadi, menjelaskan bahwa bantuan tersebut mencakup berbagai jenis alsintan untuk mendukung proses budidaya, mulai dari pengolahan tanah hingga panen.

“Hari ini kita serahkan alsintan dari anggaran APBN. Ada traktor roda empat, kemudian traktor roda dua yang terdiri dari traktor Impala, Rotary, dan G3000,” terang Imam.

Selain traktor, pemerintah menyalurkan empat unit rice transplanter atau mesin penanam padi, tiga unit power thresher atau mesin perontok padi, serta satu unit combine harvester atau mesin panen kombinasi.

Alsintan Bantu Garap 46 Hektare Lahan dalam Sepekan

Bantuan alsintan tersebut mendapat sambutan positif dari kalangan petani. Ketua Gapoktan Sumber Alam Desa Margomulyo, Imam Mu’alim, menilai mesin penanam dan pengolah tanah modern dapat memangkas waktu pengerjaan lahan secara signifikan.

Di wilayahnya, Gapoktan Sumber Alam akan memanfaatkan bantuan tersebut untuk menggarap lahan pertanian seluas sekitar 46 hektare.

“Terima kasih atas bantuan yang diterima Gapoktan kami. Semoga ini menjadi sarana percepatan pencapaian penyediaan pangan,” ujar Mu’alim.

Ia menjelaskan, mekanisasi pertanian membantu petani memenuhi target pengolahan lahan dan penanaman secara serentak. Petani membutuhkan proses kerja yang lebih efisien agar jadwal tanam tidak mengalami keterlambatan.

“Penanaman dengan sistem yang lebih maju menuntut penggarapan lahan dan penanaman selesai dalam waktu sekitar satu minggu. Dengan alat ini, saya yakin target tersebut bisa tercapai,” tegasnya.

Dinas Pertanian Siapkan Pendampingan Operator

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Trenggalek, Imam Nurhadi, mengatakan pihaknya memfasilitasi pengadaan alsintan berdasarkan usulan kelompok tani. Pemerintah kemudian menyinergikan usulan tersebut melalui skema aspirasi DPR RI, di antaranya melalui PKS, Partai Golkar, dan Partai Demokrat.

Untuk memastikan petani dapat memanfaatkan bantuan secara optimal, Dinas Pertanian dan Pangan juga menyiapkan pendampingan teknis dan instruktur operasional bagi kelompok penerima.

“Habis ini, masing-masing alat akan kita terjunkan beserta pembimbingan di masing-masing kelompok, sehingga operasionalnya berjalan dengan baik di masyarakat,” ujar Imam.

Pendampingan tersebut diharapkan membantu petani mengoperasikan mesin dengan tepat sekaligus menjaga keberlanjutan pemanfaatannya di lapangan.

Percepatan Masa Tanam untuk Kejar Swasembada Pangan 2027

Pemkab Trenggalek mendorong mekanisasi pertanian sejak awal musim tanam untuk memperkuat ketahanan pangan daerah. Pemanfaatan alsintan diharapkan membuat proses budidaya lebih efisien, meningkatkan ketepatan waktu tanam, dan menekan kehilangan hasil saat panen (losses).

Pemerintah daerah juga menargetkan penggunaan peralatan modern dapat membantu petani meningkatkan produktivitas dan mengoptimalkan pengelolaan lahan pertanian.

“Ini untuk mengejar target pada 2027. Kita genjot sejak awal dalam rangka mempercepat masa tanam, karena ketahanan pangan masih menjadi poin penting dalam kegiatan kami,” pungkas Imam.(CIA)

Views: 13