Sisa Makanan Hajatan Sudah Berjamur, Dinkes Trenggalek Periksa Dua Sumur Pemilik Rumah

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Trenggalek mengambil sampel air dari dua sumur di rumah penyelenggara hajatan aqiqah di Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan. Petugas menempuh langkah ini setelah menemukan sisa makanan berjamur yang tidak memenuhi syarat pemeriksaan laboratorium.

Plt. Kepala Dinkes Trenggalek, Andiek Muarifin, mengatakan tim gabungan mengambil sampel air pada Kamis (8/10/2026). Tim tersebut melibatkan Dinkes, Puskesmas Pogalan, Babinsa, BKTM, dan perangkat desa setempat.

Andiek menjelaskan, petugas tidak bisa menguji sampel makanan karena waktu penelusuran sudah memasuki hari ketiga setelah hajatan berlangsung. Selain tidak menemukan sampel makanan yang tersimpan, petugas juga mendapati sisa makanan yang sudah berjamur.

“Karena tidak ada yang tersimpan, karena sudah sekitar ini hari ketiga, tidak ada. Dan kemarin menemukan makanan tapi itu pun sudah kondisi berjamur, sehingga tidak memenuhi syarat untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium,” jelas Andiek.

Petugas Beralih Memeriksa Air

Petugas tidak dapat menguji sisa makanan hajatan karena kondisinya sudah membusuk dan berjamur.

Padahal, penyelenggara mengolah sejumlah hidangan di rumah dengan bantuan juru masak dari luar.

Menu hajatan tersebut meliputi nasi putih, sambal goreng, jeroan ayam, tempe, dan buncis. Penyelenggara juga menyajikan makanan ringan berupa mendut ketela dan pisang goreng.

Karena sampel makanan tidak memenuhi syarat pemeriksaan, petugas mengambil sampel air sebagai bagian dari penelusuran kemungkinan penyebab gangguan kesehatan warga.

Dinkes Periksa Air dari Dua Sumur

Andiek menjelaskan, rumah penyelenggara hajatan memiliki dua sumur dengan fungsi berbeda.

Penghuni rumah menggunakan sumur pertama untuk memasak, memenuhi kebutuhan air minum, mencuci peralatan masak, dan mencuci pakaian.

Sementara itu, penghuni memanfaatkan sumur kedua untuk menyiram tanaman dan merawat bibit di sekitar rumah.

“Karena di rumah yang bersangkutan ini ada dua sumber air yang digunakan sehari-hari, ada dua ini penggunaannya berbeda,” ujar Andiek.

Petugas telah mengambil sampel air dari kedua sumur dan mengirimkannya ke laboratorium. Dinkes masih menunggu hasil pemeriksaan untuk membantu menelusuri kemungkinan penyebab gangguan kesehatan warga.

Puluhan Warga Mendapat Pengobatan

Selain mengambil sampel air, tim Puskesmas Pogalan memberikan pemeriksaan dan pengobatan kepada warga terdampak.

Andiek menyebut sekitar 40 warga mendapat pelayanan kesehatan di lokasi pada Kamis (8/10/2026). Warga rata-rata mengeluhkan diare, nyeri perut, lemas, dan pusing.

“Selain melakukan pelayanan kesehatan, juga melakukan penyuluhan, edukasi kepada warga yang terdampak dan mengambil sampel air dari dua sumber air sumur,” kata Andiek.

Berdasarkan data yang disampaikan Andiek, sejumlah fasilitas kesehatan menangani pasien dengan keluhan serupa.

Berikut rincian pasien berdasarkan laporan yang tersedia:

  • Puskesmas Pogalan: Memeriksa 51 pasien rawat jalan dan merawat satu pasien rawat inap.
  • Puskesmas Pule: Memeriksa tujuh pasien rawat jalan dan merawat tiga pasien rawat inap.
  • Puskesmas Suruh: Merawat lima pasien rawat inap yang berasal dari wilayah Pule.
  • Klinik swasta di Pogalan: Memeriksa dua warga..

Dinkes Belum Menyimpulkan Penyebab

Dinkes Trenggalek belum menyimpulkan penyebab gangguan kesehatan yang dialami warga setelah menghadiri hajatan tersebut.

Petugas masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sampel air dari kedua sumur. Dinkes bersama jajaran puskesmas juga terus memantau kondisi warga dan mengantisipasi kemungkinan munculnya pasien baru.

Andiek mengatakan, petugas masih memperbarui data jumlah warga yang mengalami gangguan kesehatan setelah menghadiri hajatan tersebut.

“Kita masih update terus untuk terkait jumlah pasien atau orang yang terdampak dari acara ini,” pungkas Andiek.(CIA)

Views: 11