Musda XI Jatim, RAPI Soroti Minimnya Perhatian Pemerintah: Tak Minta Dana, Hanya Peralatan Komunikasi

oleh
oleh

PASURUAN, bioztv.idDitengah Musda XI Jatim, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) menilai pemerintah belum memberikan perhatian sepadan dengan kontribusi organisasi di lapangan.

Ketua Umum RAPI Nasional, H. Riza Fachrial, menegaskan organisasinya tidak mengejar bantuan anggaran negara. RAPI justru membutuhkan dukungan peralatan komunikasi untuk menunjang penanganan bencana.

Riza menyampaikan kritik tersebut saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) XI RAPI Daerah 13 Jawa Timur di Royal Hotel and Convention Tretes, Pasuruan, 12–13 September 2026.

Menurut Riza, RAPI konsisten menjalankan fungsi komunikasi sesuai tugas dan fungsinya. Anggota RAPI juga aktif mendukung komunikasi darurat ketika bencana alam melanda berbagai daerah.

“Kami aktif membantu komunikasi kebencanaan. Kami berkolaborasi langsung dengan BNPB, Basarnas, serta berbagai instansi terkait lainnya,” tegas Riza.

Namun, Riza menyayangkan pemerintah belum memberikan dukungan optimal kepada organisasi komunikasi nirlaba tersebut.

“Respons pemerintah sendiri masih sangat kurang bagus terhadap RAPI, padahal relawan kami selalu siap membantu pemerintah,” ujarnya.

RAPI Tak Minta Kucuran Dana Pemerintah

Riza menegaskan RAPI tidak pernah mengejar bantuan anggaran tunai dari APBD maupun APBN.

Ia justru meminta pemerintah memfasilitasi sarana komunikasi teknis yang relawan perlukan ketika menjalankan tugas di lokasi bencana.

“Bantulah kami dengan sarana penunjang. Kami sama sekali tidak meminta duit,” tegasnya.

“Kami murni membutuhkan peralatan yang berguna untuk kelancaran komunikasi di lapangan,” sambung Riza.

Menurut Riza, ketersediaan peralatan modern sangat penting karena keandalan komunikasi radio menjadi salah satu kunci keselamatan warga ketika bencana atau kondisi darurat terjadi.

Ia berharap pemerintah melihat kebutuhan peralatan tersebut sebagai dukungan konkret terhadap fungsi sosial yang selama ini anggota RAPI jalankan secara swadaya.

RAPI Jatim Bentuk Empat Satgas Kebencanaan

Ketua Daerah 13 RAPI Jawa Timur, Aep Saefudin, mengatakan RAPI Jatim telah membentuk perangkat khusus untuk mendukung Pemprov Jatim dalam penanggulangan bencana.

RAPI Jawa Timur mengerahkan empat satuan tugas spesialis, yakni Satgas Jaringan Komunikasi (Jarkom), Tim Reaksi Cepat (TRC), Satgas Bantuan Sosial (Bansos), dan Satgas RAPI Rider.

Keempat satgas tersebut siaga mendampingi pemerintah ketika menghadapi kondisi darurat dan bencana di wilayah Jawa Timur.

“Kami selalu siap menerjunkan anggota yang memiliki kompetensi di bidangnya,” kata Aep.

Aep menegaskan para relawan RAPI terus membantu tugas pemerintah tanpa mengharapkan imbalan dalam berbagai kondisi darurat.

“Soal pengabdian dari dulu sampai sekarang, kontribusi anggota RAPI terhadap pemerintah sudah sangat luar biasa,” ungkapnya.

Namun, Aep menilai pemerintah daerah belum menunjukkan perhatian yang sepadan dengan kontribusi para relawan.

“Tetapi sebaliknya, perhatian dari pemerintah hingga saat ini masih sangat-sangat kurang. Saya belum melihat adanya perhatian yang sepadan,” cetus Aep.

Aep Saefudin Kembali Pimpin 7.392 Anggota RAPI Jatim

Musda XI RAPI Daerah 13 Jawa Timur menjadi momentum konsolidasi sekaligus penyegaran kepengurusan untuk lima tahun mendatang.

Dalam forum tersebut, peserta kembali memilih Aep Saefudin sebagai Ketua RAPI Daerah 13 Jawa Timur untuk masa bakti 2026–2031.

Sebanyak 99 peserta delegasi dari 33 kabupaten/kota se-Jawa Timur menghadiri Musda tersebut. Sekitar 800 simpatisan dan pengurus RAPI dari sejumlah daerah juga ikut meramaikan kegiatan, antara lain Kalimantan Tengah, Bali, NTB, Jawa Tengah, hingga DIY.

RAPI Jawa Timur kini menaungi 7.392 anggota resmi. Rangkaian Musda juga menampilkan atraksi teknis Net Control Station VHF dan 11 Meter Band CB. Ketua Umum RAPI Nasional membuka atraksi tersebut secara resmi. Ketua RAPI Trenggalek, Fals Yudhistira menjadi pemenang dalam ajang tersebut.

Pengurus Baru Perkuat Sinergi dengan Pemerintah

Ketua Umum RAPI Nasional, Riza Fachrial, berharap kepengurusan baru RAPI Jawa Timur mempertahankan sekaligus memperluas jaringan komunikasi radio yang telah terbangun.

Riza menilai Aep Saefudin berhasil memimpin RAPI Jatim pada periode sebelumnya, terutama dalam menata struktur organisasi dan memperkuat jaringan komunikasi.

“Pilihlah figur ketua yang benar-benar berkomitmen memajukan organisasi,” imbau Riza.

Aep Saefudin menargetkan kepengurusan periode 2026–2031 mempererat dialog dan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Kami ingin mempererat hubungan antarlembaga, khususnya antara pengurus RAPI Daerah dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” harapnya.

Aep kembali menegaskan bahwa RAPI Jatim tidak menjadikan bantuan keuangan sebagai orientasi organisasi.

“Kami tidak pernah berharap mendapatkan bantuan dana tunai,” tegas Aep.

Menurut Aep, relawan hanya membutuhkan dukungan perlengkapan dan sarana-prasarana komunikasi yang memadai untuk menunjang tugas kemanusiaan.

Dengan jaringan ribuan relawan di 33 kabupaten/kota, RAPI Jawa Timur mendorong pemerintah daerah memperkuat kapasitas peralatan komunikasi sejak sebelum bencana terjadi.

RAPI berharap pemerintah tidak hanya mengandalkan relawan ketika bencana datang, tetapi juga ikut memastikan mereka memiliki perangkat komunikasi yang memadai untuk menjalankan tugas di lapangan.(CIA)

Views: 34