TRENGGALEK, bioztv.id — Musibah KM Virgo Transport 8 yang hilang kontak dan terbalik di Laut Jawa membuat keluarga di Kabupaten Trenggalek cemas. Alip Nur Cahyono, warga Desa Pule, tercatat dalam manifes penumpang kapal kargo yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Alip tercatat sebagai warga RT 51 RW 25, Dusun Tirisan, Desa/Kecamatan Pule, Trenggalek.
Hingga Senin (14/9/2026), tim SAR gabungan masih mencari Alip bersama penumpang lain yang belum ditemukan di Laut Jawa.
Keluarga Alip langsung berangkat menuju Surabaya untuk mencari informasi terbaru mengenai kondisi dan keberadaannya di posko evakuasi.
Pemkab Trenggalek Pastikan Status Kependudukan Alip
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, membenarkan adanya warga Trenggalek dalam manifes KM Virgo Transport 8.
Pemkab Trenggalek kemudian memvalidasi data tersebut melalui sistem Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil).
Hasil verifikasi menunjukkan Alip masih tercatat sebagai warga Kabupaten Trenggalek.
“Untuk penumpang laki-laki terkonfirmasi masih sah sebagai penduduk Trenggalek. Sedangkan untuk penumpang perempuan seluruhnya tercatat sebagai warga Barito, Kalimantan,” terang Triadi Atmono saat memberikan konfirmasi, Senin (14/9/2026).
Triadi juga meluruskan informasi mengenai nama penumpang perempuan, Lita Lestari, yang muncul dalam daftar rombongan.
Data kependudukan menunjukkan Lita bukan warga Trenggalek. Sistem mencatatnya sebagai warga Kabupaten Barito, Kalimantan Tengah.
Pemerintah Desa Pule Benarkan Alip Adalah Warganya
Kepala Desa Pule, Purwadi, membenarkan Alip merupakan warga Dusun Tirisan.
“Terkait data warga, betul almarhumah ibunya dan Alip merupakan warga Tirisan,” tutur Purwadi.
Namun, Purwadi belum mengetahui secara rinci tujuan perjalanan maupun proses keberangkatan Alip hingga akhirnya menaiki kapal tersebut.
“Kalau mengenai kronologi kepergiannya, kami di desa belum mengetahui secara pasti,” ujarnya.
Purwadi menjelaskan, ibu Alip telah meninggal dunia beberapa waktu lalu. Sementara ayah Alip kini berada dan bekerja di Kalimantan.
Karena kondisi tersebut, rumah Alip di Dusun Tirisan saat ini kosong tanpa penghuni.
Keluarga Bertolak ke Surabaya Cari Kepastian
Di tengah informasi kecelakaan laut yang masih berkembang, keluarga Alip memilih mencari informasi langsung ke pusat penanganan di Surabaya.
Sejumlah anggota keluarga telah berangkat dari Trenggalek menuju posko koordinasi. Mereka berharap memperoleh informasi lebih jelas mengenai keberadaan Alip.
“Pihak keluarga dan saudaranya sudah ada yang berangkat ke Surabaya untuk menggali informasi yang lebih pasti,” kata Purwadi.
Pemerintah Desa Pule juga terus memantau perkembangan pencarian sambil menunggu informasi dari keluarga yang berada di Surabaya.
Basarnas Masih Cari 129 Penumpang
Berdasarkan laporan resmi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), tim SAR telah mengevakuasi 108 penumpang dalam kondisi selamat. Sebagian korban selamat masih membutuhkan perawatan medis intensif.
Tim SAR juga mengonfirmasi enam penumpang meninggal dunia. Sementara 129 penumpang lainnya masih dalam pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Karena proses pencarian di Laut Jawa masih berlangsung, pihak keluarga dan pemerintah daerah masih menunggu hasil identifikasi resmi Basarnas serta kepolisian untuk memastikan kondisi Alip.
Purwadi juga belum mengetahui apakah Alip memiliki hubungan keluarga dengan Lita Lestari, penumpang perempuan asal Barito yang namanya muncul berdekatan dalam manifes.
“Mengenai penumpang perempuan itu, kami belum paham apakah ada hubungan keluarga atau tidak. Sementara ini baru data kependudukan itu yang kami ketahui,” tandasnya.(CIA)
Views: 87
















