Cabai Rawit Ancam IPH Trenggalek, Pemerintah Dorong Penguatan Produksi Lokal

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.idHarga cabai rawit menjadi perhatian Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Trenggalek. Pergerakan harga yang sulit diprediksi berpotensi mendorong kenaikan Indeks Perubahan Harga (IPH) daerah.

Kepala Dinas Komunikasi dan Perdagangan (Komindag) Trenggalek, Saniran, mengatakan perubahan cuaca dan pasokan dari petani langsung memengaruhi harga cabai rawit di pasar.

“Komoditas cabai ini memang sangat unpredictable dan berpotensi besar memengaruhi pergerakan angka IPH daerah,” kata Saniran, Senin (24/8/2026).

Saniran mengatakan pihaknya terus memantau harga cabai untuk mencegah lonjakan yang dapat menekan daya beli masyarakat.

“Salah satu titik pengamatan utama kami yang berpotensi menjadi penyumbang IPH tertinggi memang berasal dari cabai,” tegasnya.

Pemkab Perkuat Produksi Cabai dari Hulu

Saniran menilai pemerintah tidak cukup mengandalkan operasi pasar ketika harga cabai sudah melonjak. Pemerintah perlu memperkuat produksi sejak dari sektor pertanian.

Komindag menggandeng Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek untuk memanfaatkan data produksi dalam menentukan pengembangan lahan cabai rawit.

“Kami mendorong penuh Dinas Pertanian untuk memperkuat sektor produksi cabai di tingkat petani,” tutur Saniran.

Pemkab berharap peningkatan produksi lokal dapat memenuhi kebutuhan pasar Trenggalek tanpa terlalu bergantung pada pasokan dari daerah lain.

“Langkah penanaman masif ini kami harapkan sanggup mewujudkan cita-cita swasembada cabai di Trenggalek,” tambahnya.

Pasokan Blitar, Nganjuk, dan Kediri Pengaruhi Harga Trenggalek

Saniran mengatakan harga cabai di Trenggalek kerap mengikuti perubahan pasokan dari daerah sentra produksi, seperti Blitar, Nganjuk, hingga Kediri.

Ketika petani di daerah tersebut mengurangi pasokan, harga cabai di Trenggalek ikut naik.

“Kenaikan harga ini tidak hanya terjadi di Trenggalek, tetapi juga bergerak searah di Blitar, Nganjuk, hingga Pare yang menjadi pemasok utama,” jelasnya.

Menurut Saniran, kondisi tertentu bahkan membuat harga cabai di daerah produsen lebih tinggi daripada harga di pasar tradisional Trenggalek.

“Dalam beberapa momen, harga jual di daerah produsen justru merangkak lebih tinggi dibanding harga di pasar lokal kita,” beber Saniran.(CIA)

Views: 9