TRENGGALEK, bioztv.id — Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dan Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin atau Mas Ipin menyampaikan pesan senada setelah Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang.
Keduanya tidak sekadar mengucapkan selamat kepada kepemimpinan baru PBNU. Emil dan Mas Ipin justru menyoroti tugas besar NU dalam menjaga nasionalisme, memperkuat moderasi beragama, dan merawat persatuan bangsa.
Mereka berharap kepemimpinan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mampu memperluas kontribusi NU bagi kemaslahatan umat sekaligus memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Emil mengucapkan selamat kepada KH Miftachul Akhyar yang mengemban amanah sebagai Rais Aam PBNU dan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin yang terpilih sebagai Ketua Umum PBNU.
“Selamat atas keterpilihan Kiai Haji Miftachul Akhyar sebagai Rais ‘Aam dan Kiai Haji Abdul Hakim Mahfudz sebagai Ketua Umum PBNU,” ucap Emil.
Emil: NU Harus Terus Bawa Semangat Nasionalisme
Emil menilai kedua ulama tersebut memiliki semangat nasionalisme yang kuat. Ia pun optimistis kepemimpinan baru PBNU akan terus memberikan kontribusi bagi bangsa, tidak hanya bagi warga Nahdliyin.
“Beliau berdua merupakan tokoh ulama yang memegang jiwa nasionalisme tinggi,” tegasnya.
Emil juga merasa bangga karena kedua tokoh tersebut memiliki akar kuat di Jawa Timur. Namun, ia menegaskan kiprah mereka kini membawa kepentingan yang jauh lebih luas, yakni kepentingan bangsa dan negara.
“Beliau berdua adalah sosok nasionalis sejati,” tambah Emil.
Ia berharap KH Miftachul Akhyar dan Gus Kikin mampu menjalankan amanah dengan baik serta membawa keberkahan bagi masyarakat Indonesia.
“Semoga amanah baru ini membawa keberkahan dan kesuksesan dalam memajukan kemaslahatan umat, bangsa, dan negara,” harapnya.
Mas Ipin Minta Warga NU Terima Hasil Muktamar
Sementara itu, Mas Ipin meminta warga NU menerima hasil Muktamar Jombang dengan lapang dada.
Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan bagian dari dinamika organisasi. Namun, warga NU harus kembali bersatu setelah muktamar menghasilkan keputusan.
Mas Ipin menilai NU memiliki tradisi musyawarah dan moderasi beragama yang harus terus dijaga.
“Warga NU semestinya merasa bahagia karena kita selalu mengedepankan prinsip moderasi beragama dan mengutamakan jalan musyawarah,” tutur Mas Ipin.
Ia juga menyoroti mekanisme pemilihan kepemimpinan melalui Ahlul Halli wal Aqdi atau Ahwa.
Menurut Mas Ipin, warga Nahdliyin perlu menghormati keputusan para kiai sepuh yang menjalankan mekanisme tersebut.
“Ketika kiai-kiai sepuh di dalam Ahwa telah mengetok keputusan, kami sebagai warga NU pasrah sepenuhnya kepada dawuh para kiai,” tegasnya.
Mas Ipin meyakini para kiai sepuh telah mengambil keputusan terbaik untuk organisasi. Karena itu, ia mengajak seluruh warga NU menghentikan perbedaan setelah muktamar selesai.
“Kami meyakini kiai-kiai sepuh yang kita takzimi bersama telah menetapkan pilihan terbaik. Apa pun hasilnya, itulah keputusan terbaik untuk kita semua,” ujarnya.
Mas Ipin: Jangan Bawa Dinamika Muktamar ke Akar Rumput
Mas Ipin juga mengingatkan seluruh elemen NU agar tidak membawa dinamika selama muktamar menjadi konflik di tingkat bawah.
Ia berharap seluruh kader dan warga NU kembali merapatkan barisan setelah organisasi menetapkan keputusan.
“Dinamika apa pun yang mewarnai panggung muktamar, kami sangat berharap semua pihak bisa kembali rukun, guyub, dan bersatu,” pintanya.(CIA)
Views: 12
















