Tertimbun Saat Gali Sumur, 2 Warga Panggul Trenggalek Tewas, Tim SAR Evakuasi Hingga 9 Jam

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.idKecelakaan kerja kembali merenggut dua nyawa di Kabupaten Trenggalek. Longsoran tanah dan bebatuan menimbun dua warga saat mereka memperdalam sumur hingga kedalaman sekitar 20 meter di Desa Besuki, Kecamatan Panggul, Senin (3/8/2026).

Tim SAR gabungan langsung bergerak ke lokasi untuk menyelamatkan kedua korban. Namun, tim harus berpacu dengan waktu karena material longsor mengurung korban di dasar sumur. Setelah bekerja tanpa henti selama sembilan jam, petugas akhirnya mengevakuasi kedua korban dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (4/8/2026) dini hari.

Petugas mengidentifikasi kedua korban sebagai Jumiyo (53), warga Dusun Kebun Duren, dan Nur Rohman, warga Dusun Bungur, Desa Besuki. Keduanya sehari-hari bekerja sebagai petani. Saat kejadian, mereka sedang menggali sumur milik Bibit, warga setempat yang kini merantau ke Kalimantan.

Koordinator Pos SAR Basarnas Trenggalek, Bayu Prasetyo, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi ketika kedua korban memperdalam sumur.

Awalnya proses penggalian berlangsung normal. Namun, sekitar pukul 11.27 WIB, dinding sumur yang terdiri dari tanah dan batu tiba-tiba runtuh lalu menimbun kedua pekerja di dasar lubang.

“Korban sedang bekerja di kedalaman sekitar 20 meter. Tiba-tiba dinding bibir sumur longsor dan menjatuhkan tanah serta bebatuan yang langsung menimbun tubuh kedua korban,” ujar Bayu, Selasa (4/8/2026).

Tim SAR Hadapi Medan Sulit

Perangkat Desa Besuki segera menghubungi Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan BPBD setelah mendengar suara longsoran dari lokasi kejadian. Basarnas, BPBD, TNI, Polri, relawan, dan warga kemudian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan operasi penyelamatan.

Namun, tim menghadapi medan yang sangat sulit. Material longsor setebal sekitar satu meter menimbun kedua korban di dasar sumur yang sempit. Kedalaman sumur serta ruang gerak yang terbatas memaksa personel SAR bekerja dengan sangat hati-hati agar tidak memicu longsor susulan.

Selama berjam-jam, tim menyedot dan mengeruk material longsoran secara bertahap menggunakan peralatan khusus. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika petugas berhasil mengangkat kedua korban sekitar pukul 01.15 WIB.

Tim medis kemudian melakukan visum luar sebelum menyerahkan jenazah kepada keluarga untuk dimakamkan.

Polisi Pastikan Murni Kecelakaan Kerja

Polisi langsung menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah proses evakuasi selesai. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa insiden tersebut murni merupakan kecelakaan kerja.

Petugas tidak menemukan unsur pidana dalam peristiwa itu. Polisi menduga struktur tanah di bibir sumur yang rapuh tidak mampu menahan beban dan getaran selama proses penggalian sehingga akhirnya longsor.

Peristiwa ini kembali mengingatkan masyarakat akan tingginya risiko pekerjaan penggalian sumur secara manual, terutama pada kedalaman belasan hingga puluhan meter. Karena itu, pekerja perlu menerapkan prosedur keselamatan secara ketat, seperti memasang dinding penahan tanah dan menggunakan perlengkapan pengaman, agar kecelakaan serupa tidak kembali merenggut korban jiwa.(CIA)

Views: 5