TRENGGALEK, bioztv.id – Ketua Askab PSSI Trenggalek, Puguh Purnomo, akhirnya mengungkap alasan di balik belum terbitnya surat rekomendasi untuk Trenggalek Student League (TSL) 2026. Puguh menyebut pengurus Askab telah beberapa kali mengirim surat resmi dan membangun komunikasi dengan panitia TSL. Namun, panitia tidak merespons upaya koordinasi tersebut.
Puguh menyampaikan penjelasan itu di tengah polemik sanksi yang dijatuhkan Komisi Disiplin (Komdis) Askab PSSI Trenggalek kepada belasan wasit yang memimpin pertandingan TSL 2026.
Puguh membantah anggapan bahwa Askab sengaja menghambat penyelenggaraan kompetisi pelajar tersebut. Menurutnya, Askab justru ingin mengajak panitia menyelaraskan program pembinaan sepak bola usia muda di Trenggalek.
“Kami sudah mengirim surat resmi untuk mengundang manajemen Trenggalek Student League. Kami juga tidak hanya mengandalkan surat, tetapi turut membangun komunikasi secara lisan agar bisa duduk bersama dan berkolaborasi,” ujar Puguh, Selasa (4/8/2026).
Askab Tawarkan Kolaborasi
Puguh menjelaskan bahwa Askab PSSI Trenggalek juga menjadwalkan kompetisi kelompok umur bertajuk Piala Kemerdekaan pada kalender kegiatan 2026. Karena kedua turnamen sama-sama menyasar pelajar, Askab menawarkan kolaborasi agar keduanya saling melengkapi dan memperkuat pembinaan pemain muda.
Menurutnya, kolaborasi tersebut akan menciptakan pembinaan yang lebih terarah sekaligus meningkatkan antusiasme masyarakat terhadap sepak bola usia dini.
“Kami ingin menyinkronkan detail teknis yang bisa dipadukan. Kalau kita satukan, gaungnya tentu akan lebih besar dan membawa dampak positif bagi kemajuan sepak bola Trenggalek,” paparnya.
Panitia Tidak Merespons, Askab Tak Terbitkan Rekomendasi
Puguh mengaku Askab tidak pernah menerima tanggapan dari panitia TSL, baik atas surat resmi maupun komunikasi langsung yang telah dilakukan.
Karena komunikasi tidak berjalan, Askab memutuskan belum menerbitkan surat rekomendasi penyelenggaraan hingga kompetisi bergulir.
“Surat undangan yang kami kirim maupun komunikasi lisan sama sekali tidak mendapat jawaban atau respons dari panitia Trenggalek Student League. Karena komunikasi tidak berjalan, Askab memutuskan belum menerbitkan surat rekomendasi sampai hari ini,” ungkap Puguh.
Ia menegaskan bahwa sistem administrasi PSSI mengharuskan surat rekomendasi penyelenggaraan dan surat penugasan perangkat pertandingan berjalan secara bersamaan.
“Rekomendasi penyelenggaraan dan surat penugasan wasit merupakan dua dokumen yang harus berjalan beriringan atau paralel,” tegasnya.
Askab Persilakan Wasit Tempuh Banding
Puguh kembali menegaskan bahwa Komisi Disiplin mengambil keputusan sanksi terhadap para wasit secara independen. Pengurus Askab tidak ikut campur dalam proses tersebut.
Ia juga mempersilakan para wasit yang merasa keberatan untuk menggunakan hak banding sesuai mekanisme organisasi.
“Teman-teman perangkat pertandingan masih memiliki kesempatan menempuh jalur banding ke Komisi Banding. Saya selaku Ketua Askab tidak akan mencampuri putusannya karena itu sepenuhnya menjadi kewenangan independen Komdis dan Komisi Banding,” paparnya.
Di akhir keterangannya, Puguh mengajak seluruh pihak mengesampingkan perbedaan dan kembali membangun komunikasi demi masa depan sepak bola Trenggalek.
“Saya mengajak seluruh elemen bersinergi secara sehat untuk memajukan sepak bola Trenggalek. Mari kita tinggalkan sikap merasa paling benar, lalu bersama-sama menjaga tren positif pembinaan sepak bola daerah yang saat ini sedang menunjukkan perkembangan yang baik,” pungkasnya.(CIA)
Views: 2
















