TRENGGALEK, bioztv.id – Polemik pemanfaatan Stadion Menak Sopal Trenggalek mendadak memanas. Benturan jadwal penggunaan stadion mengancam kelancaran kompetisi bergengsi Piala Suratin U-13 dan U-15. Panitia pelaksana (Panpel) harus menelan pil pahit setelah sejumlah klub sepak bola non-anggota Askab PSSI Trenggalek lebih dulu mengamankan jadwal penggunaan stadion.
Situasi ini memicu perdebatan sengit dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPRD Trenggalek, Selasa (23/6/2026). Pengurus Askab PSSI menilai kondisi tersebut menghambat program pembinaan sepak bola usia dini. Sebaliknya, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menegaskan tidak pernah menolak permohonan penggunaan stadion.
Benturan Jadwal Ancam Program Resmi PSSI
Ketua Panitia Piala Suratin 2026 sekaligus pengurus Askab PSSI Trenggalek, Irfan Firdianto, menjelaskan bahwa Askab telah menyusun agenda Piala Suratin dan Piala Kemerdekaan Antar Pelajar sejak awal tahun. Bahkan, Askab sudah memaparkan program tersebut secara terbuka pada Februari 2026.
Masalah muncul ketika panitia mengajukan permohonan penggunaan Stadion Menak Sopal untuk pelaksanaan pertandingan pada 23 dan 24 Juni serta 2 Juli. Pengelola stadion memberi informasi bahwa pihak lain telah lebih dulu memesan jadwal pada tanggal yang sama.
“Kami sudah menjadwalkan kegiatan Piala Suratin U-13 dan U-15 serta Piala Kemerdekaan antar pelajar ini sejak awal tahun. Ironisnya, saat kami mengajukan izin penggunaan stadion, pengelola mengabarkan bahwa penyewa lain sudah mengunci tanggal yang kami incar,” keluh Irfan.
Akibat kalah cepat mengamankan jadwal, panitia terpaksa menunda pelaksanaan Piala Suratin. Askab khawatir kondisi tersebut mengganggu agenda pembinaan pemain muda yang menjadi program resmi PSSI.
Klub Non-Anggota Lebih Dulu Amankan Stadion
Hal yang paling memicu kekecewaan Askab adalah status klub yang lebih dulu memesan stadion. Berdasarkan penelusuran Askab, klub tersebut bukan anggota aktif Askab PSSI Trenggalek.
Irfan menjelaskan, saat ini hanya Poras yang masih tercatat sebagai anggota aktif Askab. Sementara PS Kelutan sudah kehilangan status keanggotaannya karena lama vakum dari kompetisi resmi, sedangkan MNA belum pernah terdaftar sebagai anggota Askab.
“Klub yang resmi terdaftar di Askab saat ini hanya Poras. Kalau MNA malah belum terdaftar sama sekali sebagai anggota Askab PSSI Trenggalek,” jelas Irfan.
Menurutnya, setiap klub yang ingin menggunakan stadion untuk kegiatan sepak bola semestinya berkoordinasi dengan Askab. Pasalnya, PSSI merupakan induk organisasi cabang olahraga sepak bola.
“Semestinya pengelola stadion mengomunikasikan setiap kegiatan sepak bola dengan Askab. Sebab, kamilah yang bertanggung jawab membina kompetisi dan menaungi klub-klub sepak bola di daerah ini,” tegasnya.
Dispora Tegaskan Tidak Pernah Menghambat Piala Suratin
Plt Kepala Dispora Trenggalek, Arief Setiawan, langsung membantah rumor bahwa instansinya menghambat pelaksanaan Piala Suratin. Ia menegaskan bahwa Dispora hanya menyampaikan kondisi faktual bahwa pihak lain telah lebih dulu memesan stadion.
“Kami tidak pernah menolak agenda Piala Suratin ataupun kegiatan olahraga apa pun di Trenggalek. Jika membaca surat balasan kami, tidak ada satu pun kalimat penolakan. Kami hanya mengabarkan bahwa penyewa lain sudah mem-booking stadion pada tanggal tersebut,” ujar Arief.
Arief menjelaskan, sebagai pengelola aset daerah, Dispora wajib memperlakukan seluruh pemohon secara adil. Karena itu, Dispora tidak bisa membatalkan jadwal penyewa lain yang sudah menyelesaikan administrasi dan pembayaran.
“Kami tidak bisa serta-merta membatalkan hak penyewa yang sudah masuk daftar. Solusinya, panitia kegiatan perlu membangun komunikasi dan duduk bersama dengan pihak yang lebih dulu menyewa stadion,” katanya.
Meski demikian, Arief memastikan Stadion Menak Sopal tetap terbuka bagi siapa saja yang ingin memanfaatkannya selama memenuhi persyaratan administrasi dan mengikuti mekanisme penjadwalan yang berlaku.
“Kami siap memfasilitasi pihak mana pun yang ingin menggunakan stadion, termasuk mendukung penuh kegiatan resmi PSSI. Kuncinya hanya satu, jalin komunikasi dan koordinasi yang baik sejak awal agar tidak terjadi benturan jadwal lagi,” pungkasnya.(CIA)
Views: 11

















