Kasus PMK di Trenggalek Melandai Jelang Idul Adha, Vaksinasi Ternak Terus Digencarkan

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.idMenjelang Hari Raya Idul Adha 2026, Pemerintah Kabupaten Trenggalek memastikan kondisi kesehatan hewan ternak di wilayahnya relatif aman dari ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Meski tren kasus melandai, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) tetap mengebut program vaksinasi untuk mencegah potensi lonjakan kasus saat mobilitas ternak meningkat.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnakkan Trenggalek, drh. Ririn Hari Setiani, menegaskan bahwa pihaknya belum menerima laporan kasus baru PMK hingga akhir April 2026.

“Saat ini kami belum menerima laporan kasus baru. Sejak awal tahun hingga bulan lalu, kami mencatat 23 kasus dengan satu kematian pada pedet (anak sapi),” jelas Ririn.

Kejar Target Puluhan Ribu Dosis Vaksin

Meski kasus menurun, pemerintah tidak ingin kecolongan. Disnakkan terus menggencarkan program vaksinasi tahap kedua dengan menyasar sapi dan kambing di seluruh pelosok Trenggalek.

“Kami tetap menjalankan vaksinasi secara masif. Pada tahap pertama kami menyuntikkan 12.000 dosis, dan kini kami mengejar target 12.000 dosis lagi untuk tahap kedua,” ujarnya.

Syarat Ketat Kirim Ternak ke Luar Kota

Lonjakan permintaan hewan kurban menjelang Idul Adha menjadi perhatian serius pemerintah. Disnakkan memperketat pengawasan, terutama bagi pedagang yang mengirimkan hewan ternak ke luar daerah.

Ririn mewajibkan setiap ternak yang keluar dari Trenggalek sudah memiliki riwayat vaksinasi yang jelas.

“Kami mensyaratkan setiap ternak yang hendak dikirim ke luar kota wajib sudah divaksin. Langkah ini sangat penting untuk memutus rantai penyebaran PMK,” tegas Ririn.

Petugas juga memantau langsung sejumlah pasar hewan dan memastikan sapi serta kambing yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat.

Waspada Gejala PMK: Kambing Bisa Jadi Pembawa Virus

Disnakkan mengingatkan peternak untuk mengenali gejala klinis PMK sejak dini, seperti demam tinggi, keluarnya lendir berlebih dari hidung dan mulut, hingga luka pada lidah.

“Jika ternak mengalami luka di mulut, lidah, atau hidung, itu tandanya sudah parah dan harus segera mendapat penanganan medis,” kata Ririn.

Ia juga menekankan bahwa kambing berpotensi menjadi carrier atau pembawa virus tanpa menunjukkan gejala.

“Ini yang berbahaya. Kambing sering terlihat sehat, padahal membawa virus yang bisa menulari ternak lain,” tambahnya.

Harga Ternak Mulai Merangkak Naik

Di sisi lain, harga hewan kurban mulai merangkak naik. Penurunan populasi ternak akibat wabah PMK pada tahun-tahun sebelumnya mendorong kenaikan harga di pasar.

“Harga sapi saat ini memang sedikit lebih tinggi dari tahun lalu. Kemungkinan karena stok populasi ternak nasional menurun,” ungkapnya.

Tips Aman Beli Hewan Kurban

Pemerintah mengimbau masyarakat agar lebih selektif saat membeli hewan kurban. Pastikan ternak memiliki riwayat vaksinasi jelas dan kondisi fisik prima.

Peternak juga tidak boleh langsung mencampur ternak baru dengan ternak lama tanpa karantina.

“Jika membeli ternak baru, pisahkan terlebih dahulu dan jangan langsung digabung ke kandang utama. Pastikan ternak benar-benar sehat agar tidak menularkan penyakit,” pungkas Ririn.(CIA)

Views: 3