TRENGGALEK, bioztv.id – Lonjakan kunjungan wisatawan selama musim libur panjang di Kabupaten Trenggalek memunculkan tantangan baru bagi para pelancong. Meski teknologi memudahkan perjalanan, Pemerintah Kabupaten Trenggalek menemukan banyak wisatawan tersesat karena terlalu bergantung pada aplikasi navigasi digital seperti Google Maps.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek mencatat sejumlah kendaraan terjebak di jalur sempit dan ekstrem. Aplikasi navigasi kerap mengarahkan pengemudi ke rute tercepat yang ternyata rawan longsor atau tidak layak untuk kendaraan roda empat.
Bahaya Terjebak di Jalur Ekstrem
Plt Kepala Disparbud Trenggalek, Toni Widianto, menekankan pentingnya kewaspadaan ekstra bagi wisatawan, terutama mereka yang datang dari luar daerah dan belum mengenal medan.
“Kami menemukan banyak wisatawan tersesat karena terpaku pada navigasi ponsel. Sayangnya, aplikasi sering memberikan rute alternatif yang sempit atau berisiko demi mengejar waktu tempuh,” ungkap Toni.
Laporan di lapangan menunjukkan beberapa pengemudi sempat terjebak di tanjakan curam dan jalan berbatu. Kondisi ini sangat berbahaya bagi keselamatan penumpang, terutama jika kendaraan tidak dalam kondisi prima.
Pemkab Tambah Rambu dan Pengamanan Arus Wisata
Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Trenggalek langsung mengambil langkah konkret. Pemerintah mulai menambah papan petunjuk arah di titik-titik strategis menuju destinasi primadona seperti Pantai Pasir Putih Prigi.
Selain itu, Pemkab juga menjalin kerja sama dengan Polres Trenggalek melalui Operasi Ketupat Semeru 2026 untuk memantau kelancaran arus wisata di jalur rawan.
5 Tips Ampuh Menuju Wisata Trenggalek Tanpa Tersesat
Agar liburan berjalan lancar dan aman, Anda bisa menerapkan langkah-langkah berikut sebelum berangkat:
- Gunakan navigasi sebagai panduan awal, tetapi tetap ikuti rambu jalan resmi di lapangan
- Tanyakan arah kepada warga atau petugas jika rute terasa mencurigakan
- Pilih jalur utama dan hindari rute alternatif yang sepi jika belum mengenal medan
- Periksa kondisi kendaraan, termasuk rem, ban, dan mesin sebelum perjalanan
- Simpan nomor darurat seperti Kepolisian, BPBD, dan Basarnas
Pengamanan Pantai Diperketat
Selain akses jalan, pemerintah juga memprioritaskan keamanan di kawasan pesisir. Pemerintah telah menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengawasan pantai dan menyiagakan petugas penjaga pantai (lifeguard) di titik rawan.
“Kami menempatkan lifeguard di lokasi-lokasi strategis agar wisatawan dapat menikmati keindahan pantai dengan rasa aman,” tambah Toni.
Pemerintah mengajak para pelancong untuk tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi. Wisatawan perlu tetap peka terhadap kondisi lapangan agar perjalanan berlangsung aman dan lancar hingga tujuan.(CIA)
Views: 8
















