Kisah Ubai, Petani Muda Trenggalek yang Sulap Greenhouse Melon Jadi Magnet Wisata Agro

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id Aroma manis melon langsung menyambut setiap pengunjung yang melangkah ke greenhouse milik Ubai Mustakhim di Desa Parakan, Kecamatan Trenggalek. Ubai mengubah kebun produksi sederhana menjadi destinasi wisata agro yang viral. Selama Ramadan, warga menjadikan tempat ini lokasi ngabuburit favorit.

Awalnya, Ubai hanya ingin menjual melon premium langsung dari kebun agar konsumen memperoleh buah yang matang sempurna di pohon. Namun, antusiasme masyarakat mendorongnya membuka kebun sebagai wisata petik buah yang edukatif.

Hijrah dari Buah Tin ke Melon Premium

Ubai tidak langsung meraih keberhasilan. Ia lebih dulu membudidayakan buah tin sebelum akhirnya beralih ke melon. Ia memilih melon karena mempertimbangkan efisiensi waktu dan perputaran modal.

“Masa panen melon hanya 65 sampai 70 hari. Kalau dibandingkan anggur yang butuh tiga sampai empat bulan, melon jauh lebih efektif untuk perputaran modal,” jelas Ubai.

Kini, Ubai menanam varietas premium seperti Petra Fani (kuning), Jeblus atau Hami (hijau), dan Sani (putih). Ia juga menguji varietas impor seperti DB75, Sweetness, dan Itanon. Meski setiap jenis memiliki tekstur berbeda—dari renyah hingga lembut—Ubai menetapkan standar ketat: setiap buah harus mencapai tingkat kemanisan minimal 14 hingga 15 persen Brix sebelum ia panen.

Greenhouse Jadi Benteng Perlindungan

Ubai menyadari varietas impor lebih rentan terhadap serangan hama dan jamur. Karena itu, ia membangun greenhouse untuk melindungi tanaman. Ia juga rutin memeriksa kondisi tanaman dan menyemprotkan fungisida setiap lima hari sekali agar jamur tidak berkembang.

“Greenhouse sangat membantu menekan serangan hama. Tapi saya tetap wajib melakukan pengecekan rutin supaya tanaman tetap sehat,” tuturnya.

Saat ini, Ubai mengelola satu unit greenhouse. Ke depan, ia menargetkan penambahan hingga tiga unit agar bisa mengatur masa tanam dan panen secara bergilir sepanjang tahun.

Strategi Humanis: Petik Sendiri dari Pohon

Ubai tidak menjual hasil panen ke pengepul dengan harga rendah. Ia membuka kebunnya untuk umum dan mengajak konsumen memetik langsung buah pilihan mereka. Lokasi greenhouse yang berada di tengah permukiman warga memudahkan akses pengunjung.

Dengan harga Rp25.000 per kilogram, pengunjung tidak hanya membeli melon, tetapi juga menikmati pengalaman memetik sendiri buah segar. Tamara Anisa Zain, pelanggan setia, rutin datang bersama keluarga selama enam bulan terakhir.

“Saya lebih yakin beli di sini karena bisa melihat langsung kualitasnya. Kita petik sendiri, buahnya segar, dan rasanya manis alami tanpa pemanis buatan,” ujar Tamara.

Wajah Pertanian Modern Trenggalek

Selama Ramadan, permintaan melon meningkat tajam. Warga menjadikan buah berkadar air tinggi ini sebagai takjil favorit karena menyegarkan dan ringan di perut.

Melalui inovasinya, Ubai membuktikan bahwa pertanian dapat tampil modern dan menarik jika dikemas secara kreatif. Ia menghadirkan greenhouse bukan hanya sebagai tempat produksi, tetapi juga ruang interaksi yang menghubungkan petani dan konsumen.

“Kepuasan pengunjung jadi prioritas saya. Saya ingin mereka tidak hanya membeli buah, tapi juga membawa pulang pengalaman yang manis,” pungkas Ubai.(CIA)

Views: 39