Keluhan MBG dari SPPG Al-Mursyid Ngetal Mencuat, Wali Murid Temukan Buah Busuk dan Berulat

oleh
oleh
Kondisi Buah Busuk dan Berulat
Kondisi Buah Busuk dan Berulat

TRENGGALEK, bioztv.id Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, kini menuai kritik tajam. Sejumlah wali murid melaporkan temuan mengejutkan berupa buah busuk hingga berulat dalam paket makanan yang dapur SPPG Al-Mursyid Desa Ngetal kirim ke sekolah.

Temuan tersebut memicu kekhawatiran orang tua terhadap standar kebersihan dan pengawasan kualitas makanan yang anak-anak konsumsi di sekolah.

Wali Murid Temukan Jeruk Berulat dan Apel Busuk

Seorang wali murid yang meminta identitasnya dirahasikan, Sepia (nama samaran), mengungkapkan kekecewaannya setelah memeriksa menu makanan yang anaknya bawa pulang dari TK Dharma Wanita 1 Ngetal pada Kamis (12/2/2026).

“Jeruknya sudah berbau busuk. Begitu saya belah di rumah, ternyata di dalamnya ada ulat,” ungkap Sepia dengan nada kecewa.

Keesokan harinya, Jumat (13/2/2026), Selia kembali memeriksa menu untuk siswa SDN 1 Ngetal dan menemukan kondisi serupa. Ia membelah apel rapelan (jatah Sabtu dan Senin) dan mendapati bagian dalamnya sudah membusuk.

“Ini bukan sekali dua kali terjadi. Saya sangat khawatir dengan kesehatan anak-anak,” tambahnya.

Wali Murid Soroti Menu Monoton dan Sayuran Tidak Segar

Selain kualitas buah, para wali murid juga mengkritik variasi menu harian. Mereka menilai dapur hanya menyajikan lauk yang berputar pada tahu, tempe, telur, dan ayam tanpa inovasi.

Wali murid juga menyoroti kualitas sayuran yang mereka nilai kurang layak konsumsi. Mereka menganggap bahan baku sayur yang dapur gunakan sudah terlalu tua sehingga teksturnya keras.

“Sayurnya sering tumis jagung atau wortel, tapi wortelnya keras sekali karena sudah tua. Ada juga tetangga yang mengeluhkan kupasan wortel yang tidak bersih dan tidak layak untuk anak-anak,” beber Sepia.

Banyak Orang Tua Pilih Diam

Meski keluhan sudah berlangsung cukup lama, banyak orang tua memilih tidak bersuara secara terbuka.

“Sebenarnya banyak yang mengeluh, tapi mayoritas tidak berani bicara secara terbuka,” pungkasnya.

Dapur SPPG Al-Mursyid diketahui menyuplai makanan ke sejumlah instansi pendidikan, termasuk TK Dharma Wanita 1 Ngetal dan SDN 1 Ngetal. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa kualitas makanan serupa juga menyebar ke sekolah lain di wilayah tersebut.

Pengelola Dapur Belum Beri Tanggapan

Hingga berita ini diterbitkan, pengelola dapur SPPG maupun instansi terkait belum memberikan pernyataan resmi.

Koordinator Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kabupaten Trenggalek, Neo Ordikla, juga belum merespons panggilan telepon maupun pesan singkat dari tim redaksi.(CIA)

Views: 144