TRENGGALEK, bioztv.id – Pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan suci Ramadan 2026 dengan menyesuaikan pola menu dan waktu konsumsi. Skema menu kering menjadi salah satu opsi agar makanan tetap aman dan bisa dimanfaatkan saat waktu berbuka puasa.
Penyesuaian ini menjadi penting karena selama ini MBG berlangsung pada pagi hari, sedangkan saat ramadan, mayoritas penerima manfaat menjalankan ibadah puasa. Karena itu, pemerintah berupaya menjaga keberlanjutan program sekaligus memastikan kualitas gizi tetap terpenuhi.
Wakil Ketua Satgas MBG Kabupaten Trenggalek, Saeroni, menegaskan bahwa pemerintah tetap menjalankan MBG selama Ramadan tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah puasa.
“MBG saat Ramadan tetap berjalan. Pelaksanaannya kemungkinan menerapkan menu kering agar petugas bisa membagikannya pagi hari dan penerima manfaat dapat mengonsumsinya saat berbuka puasa,” ujar Saeroni.
Daerah Tunggu Juknis, Satgas Tetap Siaga
Meski arah kebijakan mulai terlihat, Saeroni menyatakan pemerintah pusat belum menerbitkan petunjuk teknis (juknis) resmi pelaksanaan MBG selama Ramadan. Ia memperoleh informasi tersebut setelah berkoordinasi dengan Koordinator Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kabupaten Trenggalek.
“Sampai sekarang juknis detailnya belum turun. Satgas masih menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat,” jelasnya.
SPPG Siapkan Menu Khusus Ramadan
Seiring rencana penggunaan menu kering, seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Trenggalek akan menyesuaikan jenis masakan selama ramadan. Setiap dapur harus menyajikan menu yang tahan waktu, aman dikonsumsi, dan tetap memenuhi standar gizi.
“Semua SPPG akan menyiapkan menu khusus Ramadan. Ini berkaitan langsung dengan keamanan pangan dan efektivitas program,” tegas Saeroni.
Hingga awal Februari 2026, 53 SPPG telah beroperasi di Trenggalek. Sementara itu, hasil evaluasi menunjukkan jumlah ideal dapur MBG di wilayah ini mencapai 80 titik.
“Saat ini 53 SPPG sudah beroperasi. Target evaluasi di Trenggalek sebanyak 80 titik, dan sebelumnya ada sekitar 62 titik yang mendaftar,” terangnya.
Satu SPPG Layani Hingga 3.000 Porsi per Hari
Saeroni juga memastikan bahwa satu SPPG masih melayani hingga 3.000 porsi per hari, sesuai dengan petunjuk teknis yang berlaku saat ini.
“Memang sempat turun ke 2.500 porsi, tetapi sekarang pemerintah kembali memperbolehkan hingga 3.000 porsi per hari,” katanya.
Kapasitas ini menjadi faktor penting untuk menjaga kelancaran distribusi MBG selama Ramadan, terutama di tengah perubahan pola konsumsi penerima manfaat.
Saat ini, program MBG di Kabupaten Trenggalek menjangkau sekitar 174.000 penerima manfaat, meliputi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Skala besar ini menuntut Satgas dan SPPG memperketat pengawasan mutu menu dan distribusi, khususnya selama Ramadan.(CIA)
Views: 40

















