TRENGGALEK, bioztv.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek masih menunggu laporan resmi dampak ekonomi dari gelaran Trenggalek Extravaganza. Hingga pertengahan Januari 2026, panitia belum menyerahkan data perputaran uang dan manfaat ekonomi bagi pelaku UMKM, meski event pasar rakyat tersebut telah berakhir sejak 7 Januari 2026.
Padahal, festival yang berlangsung selama 11 hari di kawasan Pasar Pon itu mengusung target besar sebagai pengungkit ekonomi daerah, khususnya di momentum libur akhir tahun.
Pemkab Tagih Data Omzet Pedagang
Kepala Dinas Koperasi, Industri, dan Perdagangan (Komindag) Trenggalek, Saniran, menegaskan bahwa pihaknya sejak awal telah mengingatkan panitia agar melakukan pendataan ekonomi secara akurat dan terukur.
“Kami sejak tahap perencanaan sudah meminta panitia melakukan pendataan secara konkret. Pemerintah ingin mengetahui omzet para pedagang, mulai dari yang paling rendah hingga yang tertinggi,” ujar Saniran.
Saniran menilai data omzet pedagang sangat krusial sebagai dasar evaluasi kebijakan pemerintah. Tanpa laporan yang jelas, Pemkab tidak dapat mengukur manfaat riil event tersebut bagi UMKM lokal.
Bukan Sekadar Angka, Dampak Sosial Juga Diminta
Selain dampak ekonomi, Pemkab Trenggalek juga menuntut laporan dampak sosial yang dihasilkan selama Trenggalek Extravaganza berlangsung.
“Kami juga menunggu laporan dampak lain, seperti kegiatan edukasi, pelestarian seni budaya, dan efek sosial yang dirasakan masyarakat,” tambah Saniran.
Namun hingga kini, Dinas Komindag belum menerima laporan apa pun dari panitia. Saat dikonfirmasi, panitia mengaku masih menyusun dokumen evaluasi kegiatan.
PAD Pasar Pon Capai Rp14 Juta
Di tengah belum adanya laporan dampak ekonomi makro, Dinas Komindag mencatat realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi pasar selama event berlangsung. Pendapatan tersebut berasal dari para pedagang kuliner dan komunitas usaha, termasuk HIPMI, yang memanfaatkan area Pasar Pon.
“Kami menarik retribusi pasar Rp1.500 per meter persegi di awal kegiatan. Dari area Pasar Pon saja, PAD yang masuk sekitar Rp14 juta selama 11 hari pelaksanaan,” jelas Saniran.
Ia berharap, event-event di Trenggalek tidak berhenti pada kemeriahan seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak ekonomi dan sosial yang terukur bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.(CIA)
Views: 46

















