TRENGGALEK, bioztv.id – Meski seluruh korban longsor di Dusun Kebonagung, Desa Depok, Kecamatan Bendungan telah ditemukan, derita warga setempat belum sepenuhnya usai. Sepekan lebih pascakejadian, pembukaan kembali akses masih berlangsung. Sejumlah harta benda penting warga juga masih ada yang terkubur di balik tumpukan material longsor.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, Triadi Atmono, menyatakan pihaknya bersama tim gabungan terus berpacu dengan waktu dalam upaya pemulihan. Pemerintah telah menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari, yang akan berakhir pada 2 Juni 2025.
“Saat ini, kami fokus membersihkan material longsor di sekitar rumah warga dan membuka akses jalan yang masih tertimbun,” jelas Triadi. “Kami juga terus mencari harta benda warga yang belum ditemukan, seperti sepeda motor dan mesin selep.”
Tim gabungan dan warga bergotong royong membersihkan material longsor. Mereka menggunakan dua unit diesel air untuk mempercepat pembersihan jalur utama permukiman. Selain itu, alat berat juga terus bekerja membersihkan tumpukan material di area permukiman warga.
“Kami menargetkan sebelum masa tanggap darurat berakhir, akses jalan yang biasa anak sekolah dan warga gunakan untuk aktivitas sehari-hari bisa kembali terbuka,” tambah Triadi.
Selain penanganan darurat, BPBD juga membantu persiapan relokasi dua keluarga yang rumahnya mengalami rusak berat. Tarmini dan Prayit, kedua kepala keluarga tersebut, akan dipindahkan ke lahan milik kerabat di RT 15, lokasi yang dinilai lebih aman.
Namun, Triadi tidak menampik, dampak ekonomi akibat bencana ini menjadi tantangan besar berikutnya. Ratusan warga masih bertahan di pengungsian, dan aktivitas ekonomi di wilayah terdampak nyaris lumpuh total.
“Harapan kami, setelah akses jalan bersih, perekonomian warga bisa pulih perlahan. Terutama bagi warga Dusun Kebonagung yang mata pencahariannya sangat tergantung pada mobilitas harian.” ungkap Triadi.
Hingga kini, 138 jiwa masih mengungsi. BPBD bersama pemerintah desa terus mendata rumah-rumah yang rusak, mengelompokkannya ke dalam kategori berat, sedang, atau ringan.
“Kami menargetkan asesmen kerusakan selesai secepatnya agar bisa menjadi dasar bantuan rekonstruksi setelah tanggap darurat berakhir,” imbuhnya.
Seperti diketahui, longsor besar terjadi di Dusun Kebonagung pada 19 Mei 2025. Enam warga sempat dinyatakan hilang, sebelum akhirnya seluruh korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Meskipun korban jiwa telah dimakamkan, beban hidup warga terdampak masih sangat berat. Mereka tidak hanya kehilangan anggota keluarga dan tempat tinggal, tetapi juga harta benda berharga yang terkubur di bawah material longsor. (CIA)
Views: 62
















