Lokasi Ketahanan Pangan Terpadu Kodim Trenggalek jadi Sasaran Kunjungan Danrem 081/DSJ

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Meski masih dalam tahap awal, lokasi program ketahanan pangan terpadu Kodim 0806 Trenggalek menjadi sasaran kunjungan Danrem 081/DSJ Madiun, Kolonel Arm Untoro Hariyanto. Namun, Danrem mengakui jika luasan lokasi program di Trenggalek jauh dibawah yang dipersyaratkan seluas 10 Hektare.

Saat meninjau langsung lokasi ketahanan pangan terpadu di Trenggalek, Danrem menyebut Trenggalek memiliki potensi besar untuk menjadi percontohan. Pasalnya, lokasi yang sedang dirintis tidak hanya mengintegrasikan pertanian dan peternakan, tapi juga menyentuh fungsi edukasi untuk masyarakat.

“Di satu lokasi ini nanti ada sawah, ada kebun buah, ada sayuran, kolam ikan, bahkan juga sapi dan kambing. Semua terintegrasi. Ini bukan sekadar proyek, tapi bisa jadi miniatur swasembada pangan,” tegas Kolonel Untoro di Trenggalek.

Program ketahanan pangan terpadu ini merupakan mandat langsung dari Panglima TNI, sebagai tindak lanjut dari hasil rapat pimpinan TNI di bulan Februari lalu. Seluruh Kodim di Indonesia diwajibkan memiliki minimal satu lokasi ketahanan pangan terpadu.

“Ini bagian dari perintah Panglima TNI dan Kasad. Setiap Kodim harus punya satu lokasi terpadu. Idealnya luasnya 10 hektare, tapi kita realistis, kalau bisa mulai dari dua hektare saja sudah bagus,” ungkapnya.

Di Trenggalek, pengembangan program ini masih dalam tahap awal. Namun Danrem optimistis, jika dikelola dengan baik dan mendapat dukungan pemerintah daerah, program ini bisa tumbuh cepat dan memberi dampak signifikan.

“Kami butuh sinergi dari semua pihak, terutama dari Pemkab. Harapannya, hasil dari sini bisa langsung mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden. Jadi suplai sayur, beras, ikan, semuanya dari sini,” ujarnya.

Lebih dari sekadar ladang atau kebun, program ketahanan pangan terpadu yang digagas Kodim ini didesain sebagai sistem terintegrasi. Di dalamnya menyatu antara produksi, distribusi, hingga edukasi. Nantinya, masyarakat umum juga bisa belajar langsung bagaimana membangun kemandirian pangan dari nol. Danrem menyebut, luasan lahan program kerahanan pangan terpadu yang disyaratkan 10 hektar, namun sekarang susah untuk mencari lahan 10 hektar.

“Minimal kita harus ada dulu lah, meskipun hanya 2 hektar sudah lumayan bagus, sudah bisa masuk kategori,” jelasnya.

Program ini menjadi bagian dari visi besar swasembada pangan nasional yang digagas Presiden RI. Dengan ketahanan pangan berbasis lokal, daerah tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sendiri, tapi juga ikut menyokong distribusi pangan secara nasional. Jika ini berhasil diterapkan di Trenggalek, bukan tidak mungkin akan direplikasi di wilayah lain.

“Kalau berhasil, Trenggalek bisa jadi role model. Bayangkan, dari desa-desa seperti ini bisa lahir ketahanan pangan yang kokoh dan berkelanjutan,” pungkas Kolonel Untoro.(CIA)

Views: 1