Problem Progres Bendungan Bagong di Trenggalek, Pembebasan Lahan Jadi Kendala Utama

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Pembangunan Bendungan Bagong di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur masih menghadapi berbagai kendala yang memperlambat progresnya. Salah satu faktor utama yang menjadi hambatan adalah proses pembebasan lahan, yang hingga kini belum sepenuhnya rampung. Selain itu, efisiensi anggaran juga berpotensi perlambat progres.

PPK Bendungan Bagong, Senna Ananggadipa Adhitama, mengungkapkan bahwa sebagian besar lahan yang belum terbebaskan berada di area genangan bendungan. Hingga saat ini, masih ada sekitar 70 hingga 80 hektar lahan yang belum terbebaskan.

“Mayoritas yang belum terbebaskan berupa lahan milik warga, meski ada juga yang merupakan bangunan rumah,” jelas Senna.

Menurutnya, area genangan ini sangat penting karena juga berfungsi sebagai sumber material timbunan utama bagi konstruksi bendungan. Lambatnya proses pembebasan lahan berdampak langsung pada progres pembangunan.

Administrasi dan Tumpang Tindih Kepemilikan SHM Jadi Kendala

Selain kendala pembebasan lahan, faktor administrasi juga menjadi tantangan tersendiri. Beberapa pemilik lahan masih menghadapi kesulitan dalam melengkapi dokumen yang dibutuhkan untuk pencairan pembayaran pembebasan lahan.

“Ada beberapa warga yang dokumen administrasinya belum lengkap, sehingga proses pembayaran harus melalui tahapan berulang untuk mengumpulkan berkas,” tambahnya.

Tak hanya itu, permasalahan tumpang tindih kepemilikan tanah juga menjadi isu yang cukup pelik. Sejumlah lahan yang tercatat sebagai milik Perhutani ternyata memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama warga setempat.

“Hal ini membuat proses pembebasan lahan semakin kompleks dan membutuhkan waktu lebih lama untuk penyelesaiannya,” jelas Senna

Warga Dukung Pembebasan Lahan

Kendati demikian, Senna menegaskan bahwa secara umum warga terdampak telah bersedia melepaskan lahannya demi kelancaran proyek strategis nasional ini. Namun, lagi lagi lahan yang bersertifikat hak milik juga diklam masuk wilayah Perhutani.

“Jika administrasi bisa segera diselesaikan, warga juga ingin proses pembebasan lahan dipercepat. Mereka berharap mendapatkan kepastian agar proyek ini tidak terus tertunda,” ujarnya.

Pembangunan Bendungan Bagong diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat Trenggalek, terutama dalam pengendalian banjir dan penyediaan irigasi bagi sektor pertanian.

“Namun, percepatan pembebasan lahan menjadi kunci utama agar proyek ini bisa selesai tepat waktu sesuai target yang telah ditetapkan,” pungkas Senna.(CIA)

Views: 5