Selama Libur Lebaran RSUD Dr. Soedomo Trenggalek Tidak Melayani Rawat Jalan

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soedomo Trenggalek memastikan layanan kesehatan tetap berjalan optimal, terutama untuk kasus kegawatdaruratan. RSUD juga bersiaga penuh, mengantisipasi lonjakan pasien akibat meningkatnya mobilitas masyarakat, yang kerap berujung pada peningkatan jumlah kecelakaan lalu lintas (KLL).

Direktur RSUD Dr. Soedomo, dr. Mokhamad Rofiq Hindiono, menegaskan bahwa pelayanan emergensi menjadi prioritas utama selama libur Lebaran. Layanan di instalasi gawat darurat (IGD), ICU, high care unit (HCU), hingga kamar operasi, semuanya tetap berjalan seperti biasa.

“Operasi emergensi tetap kita layani. Prinsipnya, layanan emergensi selalu siap siaga,” ujarnya.

Selain layanan emergensi, rumah sakit juga memastikan ketersediaan obat bagi pasien kronis yang membutuhkan konsumsi rutin. Pihak RSUD telah memfasilitasi pasien dengan resep ulangan atau iter agar mereka tidak mengalami keterlambatan mendapatkan obat selama libur Lebaran.

“Pasien kronis yang biasa mengambil obat setiap bulan sudah kita siapkan skema iter. Mereka bisa mengambil obat lebih awal, sehingga tidak terhambat meskipun pelayanan rawat jalan tutup saat Lebaran,” jelas dr. Rofiq.

Pelayanan rawat inap, laboratorium, instalasi gizi, dan radiologi juga tetap beroperasi 24 jam. Jadwal dokter jaga telah diatur secara sistematis untuk memastikan setiap unit memiliki tenaga medis yang memadai. Bahkan, tenaga kesehatan dari poli rawat jalan akan dialihkan sementara ke IGD guna mengantisipasi lonjakan pasien.

Kolaborasi dengan PSC 119 dan Fasilitas Kesehatan Primer

Dalam upaya memperkuat respons darurat, RSUD Dr. Soedomo juga menjalin koordinasi dengan Public Safety Center (PSC) 119 yang berada di bawah Dinas Kesehatan, serta dengan puskesmas, klinik pratama, dan posko-posko siaga Lebaran. Komunikasi antar-layanan kesehatan ini dinilai penting untuk mempercepat penanganan pasien yang membutuhkan rujukan medis.

Mengenai layanan bagi peserta BPJS, dr. Rofiq menepis anggapan bahwa pasien BPJS sering diabaikan.

“Justru, pasien BPJS yang jumlahnya sekitar 80-85% dari total pasien RSUD ini, sudah memiliki jaminan biaya yang jelas. Jadi, tidak ada alasan untuk membedakan layanan,” tegasnya.

Kesiapan Layanan Persalinan dan Antisipasi Lonjakan KLL

Selain kegawatdaruratan umum, RSUD Dr. Soedomo juga menyiapkan tim khusus untuk menangani layanan persalinan selama libur Lebaran. Dengan kesiapan tenaga medis dan koordinasi lintas sektor yang optimal, rumah sakit berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Trenggalek sepanjang libur Lebaran.

“Dokter spesialis obstetri dan ginekologi (SpOG) telah dijadwalkan secara bergilir untuk berjaga. Semua kondisi kegawatdaruratan ibu hamil tetap bisa ditangani,” katanya.

Mengacu pada evaluasi Lebaran tahun sebelumnya, pihak rumah sakit menaruh perhatian khusus pada lonjakan kasus kecelakaan lalu lintas. Pihak RSUD Dr. Soedomo mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam berkendara selama momen Lebaran guna mengurangi risiko kecelakaan.

“Tahun lalu, jumlah pasien KLL meningkat signifikan selama periode mudik dan arus balik. Ini menjadi catatan penting bagi kami untuk selalu waspada,” ujar dr. Rofiq.(CIA)

Views: 4