TRENGGALEK, bioztv.id – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan, nilai kepedulian sosial menjadi perekat yang menguatkan kebersamaan. Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Suruh, Cabang Trenggalek, kembali menunjukkan eksistensinya dalam aksi nyata.
Tak sekadar perguruan pencak silat, PSHT juga mengajarkan nilai kemanusiaan yang mendalam. Kali ini, melalui bakti sosial, mereka menyalurkan 300 paket sembako kepada kaum dhuafa dam fakir miskin di seluruh desa se Kecamatan Suruh.
Suasana penuh semangat terlihat dari ratusan warga PSHT yang kompak bergerak. Dari pengurus ranting hingga tingkat rayon, semua bahu-membahu memastikan bantuan tersalurkan dengan baik. Kegiatan ini bukan hanya sekadar bentuk kepedulian, tetapi juga cerminan nilai luhur yang tertanam dalam ajaran PSHT.
“Kami ingin menumbuhkan rasa kemanusiaan dan membantu mereka yang membutuhkan. Ini adalah bagian dari ajaran PSHT, Memayu Hayuning Bawono atau berusaha menjaga keseimbangan dan keharmonisan dunia,” ujar Ketua Ranting PSHT Kecamatan Suruh, Cahyo Heru Jadmiqo.
Bakti sosial ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata komitmen PSHT untuk hadir di tengah masyarakat. Heru berharap, kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga menumbuhkan semangat berbagi dan mempererat persaudaraan antaranggota PSHT.
“Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, kami juga ingin menunjukkan bahwa PSHT bukan hanya soal pencak silat, tapi juga kebersamaan dan kepedulian sosial,” tambahnya.
Aksi sosial ini sejalan dengan prinsip dasar PSHT, yaitu pemberdayaan anggota dan pengabdian kepada masyarakat. Bagi mereka, menjadi bagian dari PSHT bukan hanya tentang menguasai bela diri, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Bakti sosial menjadi simbol bahwa PSHT bukan hanya sebagai perguruan pencak silat, tetapi juga sebagai keluarga besar yang selalu siap membantu sesama,” tegas Heru.
Dalam aksi sosial sebelumnya, Ketua Dewan PSHT Cabang Trenggalek, Sigit Hari Basuki, mengungkapkan bahwa bakti sosial semacam ini dilakukan oleh ranting-ranting PSHT lainnya di berbagai wilayah. Setiap ranting menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di daerahnya masing-masing.
“Sejak dulu, PSHT aktif dalam kegiatan sosial. Namun, sekarang dengan adanya media sosial, kegiatan seperti ini lebih banyak diketahui dan bisa menginspirasi yang lain,” tandasnya.(CIA)
Views: 5
















