TRENGGALEK, bioztv.id – Di tengah kondisi ekonomi yang dinilai kurang bersahabat pada tahun 2025, industri rokok di Trenggalek tetap menunjukkan komitmennya terhadap kesejahteraan pekerja. Salah satu pabrik rokok terbesar di daerah ini, PR Alfi Putra atau yang dikenal sebagai Rokok Boy, tetap menyalurkan Tunjangan Hari Raya (THR) secara penuh bagi karyawannya, bahkan menambahkan zakat sebagai bentuk kepedulian perusahaan.
Manajer Operasional PR Alfi Putra, Sutrisno Hadi Wibowo, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengurangi hak karyawan meskipun kondisi ekonomi sedang lesu. Ia menuturkan bahwa pencairan THR dilakukan bertahap, mengingat perusahaan memiliki tiga cabang pabrik yang tersebar di berbagai wilayah.
“THR kami berikan sesuai ketentuan, yakni H-7 Lebaran. Pemberian dilakukan bertahap mulai dari pabrik di Blitar hari ini, besok untuk pabrik di Kampak, dan terakhir tanggal 26 Maret di pabrik Gembleb, Pogalan,” ujar Hadi.
Pembagian THR ini sengaja dibuat bertahap agar pimpinan bisa langsung berkomunikasi dengan karyawan, mendengar masukan, serta melakukan evaluasi terhadap operasional perusahaan.
“Pembagian THR kepada karyawan melibatkan langsung pimpinan perusahaan kami,” jelas Hadi.
Keputusan perusahaan untuk tetap membayarkan THR secara penuh bahkan disertai tambahan zakat patut diapresiasi, mengingat banyak perusahaan lain yang kesulitan mempertahankan kebijakan tersebut di tengah ketidakpastian ekonomi.
Hadi mengungkapkan, total anggaran yang dikucurkan PR Alfi Putra untuk THR dan zakat bagi 914 karyawan mencapai Rp 2,8 miliar. Meski ekonomi sedang lesu, pihaknya tidak ingin mengorbankan hak pekerja yang menjadi kewajiban perusahaan.
“Kami tetap bertahan memberikan THR penuh karena itu adalah hak karyawan dan kewajiban kami. Kami sadar ini bukan keputusan yang mudah, tetapi kami harus berani mengambil langkah ini untuk kesejahteraan pekerja,” jelasnya.
Hasi juga membandingkan situasi saat ini dengan kondisi ketika terjadi kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) beberapa waktu lalu. Menurutnya, tantangan ekonomi tahun 2025 tidak jauh berbeda dengan masa tersebut, namun perusahaan tetap berupaya agar kesejahteraan karyawan tetap terjaga.
“Kondisi ekonomi sekarang masih sama seperti saat terjadi kenaikan UMK, tahun ini lesu,” pungkasnya.(CIA)
Views: 3

















