TRENGGALEK, bioztv.id – Pemkab Trenggalek gagal memenuhi target pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2024. Dari target yang ditetapkan, hanya terealisasi 95,87%. Salah satu sektor yang menjadi sorotan adalah pendapatan dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), khususnya RSUD dr Soedomo Trenggalek.
Ketua Komisi II DPRD Trenggalek, Mugianto, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan klarifikasi terkait sektor mana yang tidak mencapai target. Hasilnya diketahui jika ada sektor lain-lain pendapatan asli daerah (PAD) yang sah, khususnya badan layanan umum daerah (BLUD) Rumah Sakit dan Puskesmas.
“Utamanya di RSUD dr Soedomo, realisasi pendapatannya tidak mencapai target,” ujar Mugianto, Jumat (8/3/2025).
Meski demikian, menurutnya, karena RSUD dr Soedomo telah berstatus BLUD, maka hasil pendapatan yang diperoleh tidak serta-merta berkontribusi langsung ke APBD. Seluruh pendapatan yang didapatkan akan digunakan kembali untuk operasional rumah sakit tersebut.
“Pendapatan yang mereka peroleh akan dikelola sendiri dan tidak bisa langsung dimasukkan ke APBD. Jadi ini lebih pada angka di atas kertas saja,” jelasnya.
Mugianto menegaskan bahwa yang menjadi tuntutan utama DPRD terhadap RSUD dr Soedomo bukan semata mata soal pendapatan, melainkan peningkatan kualitas pelayanan bagi masyarakat. Tuntutan DPRD maupun Bupati terhadap RSUD Dr.Soedomo sama, yakni menuntut agar pelayanan kepada masyarakat dimaksimalkan.
“Rumah sakit ini sudah diberikan fasilitas lengkap, ibaratnya ladang beserta alatnya. Maka hasilnya pun harus dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.
DPRD Trenggalek akan terus mengawasi kinerja RSUD dr Soedomo agar optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Harapannya, meski target PAD dari rumah sakit belum tercapai, kualitas layanan tetap menjadi prioritas utama,” pungkas Mugianto.(CIA)
Views: 8

















