Jalan Berlubang Telan Korban, Warga Wonanti Trenggalek Tanam Pisang sebagai Alarm Bahaya

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Jalan berlubang di sepanjang ruas Ngetal-Gandusari, Kabupaten Trenggalek, berulang kali memakan korban. Kali ini, warga Desa Wonanti, Kecamatan Gandusari, memilih cara unik untuk menyuarakan protes mereka dengan menanam pohon pisang di lubang-lubang jalan yang kerap menyebabkan kecelakaan.

Aksi penanaman pohon pisang disepanjang jalan ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan atas kondisi jalan yang rusak parah. Terlebih, sejak Tahun 2022 lalu kerusakan jalan ini tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah setempat.

“Jalan ini sudah rusak bertahun-tahun, tapi tidak ada tindakan serius dari pemerintah.  Tujuan penanaman pohon pisang di lubang-lubang jalan agar pengendara lebih berhati-hati,” ujar Imam, salah satu warga Desa Wonanti.

Aksi penanaman pohon pisang ini dilakukan sejak Minggu sore kemarin (16/2). Aksi ini menyusul setelah adanya insiden dua warga mengalami kecelakaan dalam sehari akibat jalan berlubang.

“Kemarin, ada dua orang yang terjatuh karena lubang ini. Saya tidak ingin ada korban lagi. Dengan menanam pohon pisang, setidaknya pengendara akan lebih waspada dan mengurangi kecepatan,” tambah Imam.

Kondisi Jalan yang Memprihatinkan

Jalan utama ruas Ngetal-Gandusari sepanjang 4-6 kilometer, yang masuk Desa Wonanti ini telah rusak parah sejak tahun 2002. Namun, kondisi semakin memburuk dalam dua tahun terakhir. Kedalaman lubang bervariasi, mulai dari 5 cm hingga 15 cm, dengan lebar mencapai 1 meter di beberapa titik. Genangan air saat hujan semakin memperparah keadaan, dan membuat jalan licin serta sulit dilalui.

“Sejak 2022, tidak ada perbaikan sama sekali. Yang ada hanya tambal-sulam oleh warga sendiri menggunakan semen. Tapi itu tidak cukup. Hampir setiap 2-3 hari sekali ada kecelakaan di sini,” ungkap Imam.

Berdasarkan pantauan di lokasi, pengendara sepeda motor terpaksa berkelok-kelok menghindari lubang, yang justru meningkatkan risiko kecelakaan.

“Malam kemarin, ada dua orang yang terjatuh. Ini sudah jadi pemandangan rutin bagi kami,” kata Imam.

Aksi Simbolis untuk Menarik Perhatian

Aksi menanam pohon pisang bukanlah yang pertama kali dilakukan warga sebagai bentuk protes terhadap jalan rusak. Namun, aksi ini diharapkan bisa menjadi alarm bagi pemerintah untuk segera mengambil tindakan.

“Kami tidak punya cara lain. Sudah 11 kali pihak terkait datang untuk mengukur, tapi tidak ada tindak lanjut. Kami hanya ingin jalan ini diperbaiki agar tidak ada lagi korban,” tegas Imam.

Warga berharap, aksi simbolis ini bisa membuka mata pemerintah akan pentingnya memperbaiki infrastruktur jalan yang menjadi akses utama masyarakat.

“Harapan kami sederhana: jalan yang mulus dan aman untuk dilalui. Kami tidak ingin ada lagi warga yang menjadi korban karena kelalaian ini,” ucap Imam.

Dukungan dari Masyarakat

Aksi ini mendapat dukungan penuh dari warga setempat. Mereka berharap, dengan adanya pohon pisang di tengah jalan, pengendara akan lebih berhati-hati dan mengurangi kecepatan. Dengan aksi kreatif ini, warga Desa Wonanti tidak hanya menyuarakan keprihatinan, tetapi juga menunjukkan solidaritas dan semangat gotong royong dalam menghadapi masalah bersama.

“Ini bukan solusi permanen, tapi setidaknya bisa mengurangi risiko kecelakaan sambil menunggu perbaikan dari pemerintah,” kata salah seorang warga.

Sementara itu, pemerintah setempat belum memberikan tanggapan resmi terkait aksi warga ini. Namun, warga Desa Wonanti bertekad untuk terus menyuarakan protes mereka hingga jalan tersebut diperbaiki. Mereka berharap, langkah kecil ini bisa menjadi pemicu bagi perubahan yang lebih besar.

“Kami akan terus berupaya. Ini demi keselamatan kita semua,” pungkas Imam.(CIA)

Views: 1