Cara Jitu Cegah Demam Berdarah, 3M Plus & Fogging Efektif Hindari Ancaman Nyamuk Aedes Aegypti

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Saat musim penghujan tiba, ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi perhatian utama masyarakat. Nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus dengue, berkembang biak dengan cepat di genangan air bersih yang sering terabaikan.

Upaya pencegahan penyebaran kasus demam berdarah sebenarnya dapat dilakukan dengan langkah sederhana dan efektif, seperti yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Trenggalek, dr. Sunarto.

Menurut dr. Sunarto, kunci utama pencegahan DBD terletak pada pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan pengendalian nyamuk dewasa.

“Ada dua poin utama untuk mencegah terjangkitnya demam berdarah. Yang pertama adalah pemberantasan sarang nyamuk untuk mencegah nyamuk-nyamuk kecil berkembang menjadi dewasa dan nyamuk dewasa tidak membuat perindukan baru,” ujarnya.

Langkah Praktis Pemberantasan Sarang Nyamuk

Langkah paling sederhana namun efektif adalah dengan menerapkan prinsip 3M Plus, yakni Menguras, Menutup, dan Mengubur:

  1. Menguras: Bersihkan tempat penampungan air seperti jeding, bak mandi, dan tandon air minimal seminggu sekali.
    “Nyamuk membutuhkan waktu 7 hingga 14 hari untuk berkembang dari jentik menjadi dewasa. Dengan rutin menguras seminggu sekali, kita bisa memutus siklus tersebut,” jelas dr. Sunarto.
  2. Menutup: Pastikan tempat-tempat yang berpotensi menjadi genangan air, seperti ember, drum, atau bak air, tertutup rapat agar tidak menjadi sarang nyamuk.
  3. Mengubur: Sampah seperti botol bekas, wadah makanan, atau ban bekas harus dikubur atau dikelola dengan baik agar tidak menjadi tempat genangan air.

Selain itu, dr. Sunarto juga menyarankan penggunaan Abate untuk tempat penampungan air yang sulit dikuras secara rutin. “Taburkan Abate setiap tiga bulan sekali. Abate ini tidak berbahaya bagi kesehatan dan tidak mempengaruhi rasa air,” tambahnya.

Fogging dan Peran Masyarakat

Menurut dr.Sunarto, pemberantasan sarang nyamuk saja tidak cukup. Pengendalian nyamuk dewasa juga penting untuk mencegah penyebaran penyakit. Fogging menjadi salah satu langkah yang dilakukan dalam radius 100 meter dari lokasi kasus DBD.

“Fogging itu efektif untuk membasmi nyamuk dewasa. Tapi, perlu diingat, fogging hanya membunuh nyamuk yang sudah terbang,” terang dr. Sunarto.

Jika sarang nyamuk atau jentik-jentiknya masih ada, maka populasi nyamuk akan kembali bertambah. Karena itu, pemberantasan sarang nyamuk tetap menjadi kunci utama. Sehingga, selain tindakan pemerintah, peran masyarakat juga sangat penting.

“Jadikan setiap individu sebagai juru pemantau jentik di rumah masing-masing. Jangan sampai karena perilaku kita yang tidak sehat, orang di sekitar kita, termasuk tetangga, menjadi korban demam berdarah,” imbuhnya.

Kesadaran Bersama untuk Hidup Sehat

Ancaman demam berdarah bukan hanya masalah individu, melainkan juga tanggung jawab bersama. Dengan mengombinasikan 3M Plus, fogging, dan peran aktif masyarakat, risiko penyebaran DBD dapat diminimalkan.

“Cegah nyamuk, cegah penyakit. Dengan menjaga kebersihan lingkungan, kita tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga orang-orang di sekitar kita,” pungkas dr. Sunarto.(CIA)

Views: 1