Trenggalek di Ambang Bahaya, Mahkota Longsor di Desa Ngrandu Jadi Pusat Perhatian PVMBG

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Ancaman bencana tanah gerak dan longsor di Desa Ngrandu, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, kian memprihatinkan. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM mengungkap fakta mencengangkan. Mahkota longsor berskala besar yang membentang di sisi barat hingga timur kawasan perbukitan ini berpotensi memicu longsor susulan.

Peneliti PVMBG, Oktory Prambada, menjelaskan bahwa penelitian ini melibatkan penginderaan jauh dengan drone untuk memetakan situasi secara lebih akurat.

“Awalnya kami menduga ada dua mahkota longsor. Namun setelah dilakukan konfirmasi jarak jauh dengan drone, ternyata itu satu mahkota yang menyambung dengan cakupan area yang sangat luas, ungkapnya.

Retakan Tanah Memperburuk Situasi

Hasil pengamatan menunjukkan retakan tanah yang intensif di bagian menuju hilir. Retakan ini memiliki orientasi sejajar dengan mahkota longsor. Menurut Oktory, retakan semacam ini biasanya berpotensi menjadi jalur bagi longsoran besar berikutnya.

“Kami juga sedang mengidentifikasi apakah mahkota ini, ketika longsor, akan menarik bagian tanah di atasnya, tambahnya.

PVMBG saat ini tengah menyusun peta situasi yang mencakup mahkota longsor, retakan, arah longsoran, serta potensi bencana ke depan.

“Rekomendasi ini akan menjadi acuan penting bagi pemerintah daerah dalam mengambil langkah mitigasi dan kebijakan,” jelas Oktory.

Dampak Sosial: Ratusan Warga Mengungsi

Bencana tanah gerak yang melanda Desa Ngrandu telah memaksa 119 warga dari 43 kepala keluarga meninggalkan rumah mereka. Jumlah pengungsi melonjak drastis dari sebelumnya hanya 23 orang. Kini, mereka terpaksa tinggal di rumah kerabat atau lokasi pengungsian yang disediakan pemerintah.

Warga terdampak mengungkapkan traumanya jika harus kembali ke rumahnya. Bencana longsor dan tanah gerak telah meporak porandakan daerahnya. Sehingga warga tidak ingin kembali lagi ke tempat tinggalnya yang lama.

Penanganan Mendesak Diperlukan

Menurut PVMBG, kawasan terdampak longsor di Desa Ngrandu belum ditangani dengan baik. Retakan tanah yang dibiarkan menganga berpotensi menjadi jalur air. Kondisi ini berpotensi mempercepat proses longsor susulan. Situasi ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk segera bertindak.

“Pemerintah perlu segera memperkuat struktur tanah dan melakukan pengelolaan air di kawasan ini. Jika tidak, potensi longsor akan terus meningkat.” pungkas Oktory.(CIA)

Views: 6