TRENGGALEK, bioztv.id – Jembatan penghubung antar dusun di Desa Tawing, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, putus total setelah diterjang banjir pada Minggu (20/10). Banjir ini terjadi akibat debit air sungai yang meningkat drastis setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut selama lebih dari empat jam. Akibatnya, arus lalu lintas harus dialihkan melalui jalur alternatif.
Kapolsek Munjungan, IPTU Cikini, menjelaskan bahwa jembatan sepanjang 25 meter yang putus ini merupakan penghubung penting antara Dusun Krajan dan Dusun Gunung Kembar. Kondisi ini sempat menimbulkan kekhawatiran warga akan terisolasi, namun kepolisian memastikan akses alternatif masih tersedia.
“Jembatan Silokondo ini memang putus total, tapi warga tidak terisolasi karena ada jalur lain yang bisa dimanfaatkan,” ujar IPTU Cikini.
Selain merobohkan jembatan, derasnya hujan juga menggerus tiang penyangga jembatan hingga miring dan nyaris roboh. Kerusakan ini memperburuk kondisi infrastruktur di kawasan Munjungan, yang memang rawan bencana alam.
“Kami tetap menghimbau warga untuk berhati-hati karena kondisi cuaca masih belum stabil,”pungkas Iptu Cikini.
Sesuai data yang dihimpun BPBD Trenggalek, bencana banjir dan hujan lebat di Trenggalek tidak hanya memutus jembatan di Kecamatan Munjungan, tetapi juga memicu tanah longsor di sejumlah wilayah. Setidaknya ada 14 rumah mengalami kerusakan akibat tertimpa material longsor di beberapa kecamatan, seperti Munjungan, Watulimo, dan Pule.
Disisi lain, BPBD Trenggalek bersama tim gabungan terus melakukan pemantauan dan penanganan darurat di wilayah terdampak. Akses jalan dan pembersihan material longsor menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan warga serta meminimalkan potensi kerusakan lanjutan.
Warga diimbau untuk waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem dan menghindari area rawan longsor hingga kondisi cuaca kembali normal.(CIA)
Views: 7

















