TRENGGALEK, bioztv.id – Rencana awal pembelian sound system senilai Rp 800 juta di DPRD Trenggalek mengalami perubahan besar. Setelah banjir kritikan dan melalui berbagai pertimbangan, DPRD Trenggalek memutuskan untuk mengganti rencana tersebut dengan pembelian sound system yang lebih ekonomis. Nilainya tyrun drastis menjadi sekitar Rp 100 juta. Rencana pengadaan tersebut untuk perbaikan sebagian sound di ruang paripurna yang saat ini mati.
Wakil Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil demi menghemat anggaran dan memaksimalkan penggunaan dana yang ada.
“Kita menghemat anggaran. Hasil rapat teman-teman Badan Anggaran (Banggar) DPRD Trenggalek sepakat untuk memaksimalkan penggunaan anggaran yang ada,” ujar Doding.
Kondisi sound system di ruang paripurna DPRD Trenggalek saat ini memang memprihatinkan, terutama di bagian belakang ruangan. Sedangkan untuk perbaikan sound sistem ruang rapat bagian bawah, akan diupayakan pada periode berikutnya.
“Kondisi sound system di ruang paripurna bagian belakang kadang bunyi, kadang tidak. Jadi, kita akan memaksimalkan perbaikan sound system yang ada terlebih dahulu,” tambahnya.
Rencana peremajaan sound system nantinya hanya akan difokuskan pada perbaikan komponen yang rusak. Doding menjelaskan bahwa anggaran yang dialokasikan untuk peremajaan ini tidak terlalu besar. Nominalnya hanya sekitar Rp 100 jutaan.
“Peremajaan hanya perbaikan yang rusak, dengan anggaran sekitar Rp 100 jutaan saja,” jelasnya.
Awalnya, DPRD Trenggalek berencana meremajakan sound system ruang paripurna dan aula dengan anggaran mencapai Rp 832,5 juta. Anggaran besar ini sempat menuai kritik dari warga, yang menilai bahwa pengadaan sound system dengan anggaran sebesar itu setara dengan kebutuhan sound acara besar. Bahkan dinilai setara dengan pengadaan sound horeg yang tengah viral.
Spesifikasi sound system baru tersebut meliputi speaker aktif, subwoofer, mixer, dan perangkat lengkap sound system lainnya. Dengan perubahan rencana ini, DPRD Trenggalek berharap dapat menghemat anggaran dan tetap memenuhi kebutuhan teknis di ruang paripurna.
“Kami berharap dengan perubahan ini, anggaran dapat lebih efisien dan sound system di ruang paripurna tetap bisa berfungsi dengan baik,” tutup Doding.(CIA)
Views: 1

















