TRENGGALEK, bioztv.id – Respon hasil musyawarah Perempuan, Anak dan Disabilitas (Musrena Keren) Kabupaten Trenggalek tahun 2024, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, tanggapi Aspirasi dengan Tindakan Konkret. Terlebih, Musrena Keren ini menjadi wadah aspirasi bagi kelompok rentan menyuarakan harapan untuk masa depan yang lebih inklusif.
Dalam Musrena Keren Tahun 2024 yang dihelat di kawasan wisata Prigi 360, Pantai Prigi, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, wakil-wakil dari kelompok rentan ini menyuarakan aspirasi mereka dengan tegas.
Menurut Bupati, Perwakilan perempuan dalam Musrena Keren menyuarakan kebutuhan akan peningkatan jumlah desa yang ramah terhadap perempuan dan peduli terhadap anak. Bupati Arifin dengan cepat menanggapinya dengan menyoroti pentingnya pelatihan kepemimpinan bagi perempuan di desa dan organisasi perempuan.
“Desa ramah perempuan, anak, dan disabilitas adalah kunci untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” Ujar Mas Ipin, Sapaan Akrab Bupati Trenggalek.
Tidak hanya itu, aspirasi untuk meningkatkan pendidikan politik bagi perempuan dan literasi hukum juga disoroti oleh Bupati Arifin.
“Pendidikan politik adalah kunci untuk memberdayakan perempuan secara politik dan sosial,” tambahnya.
Sementara itu, representasi anak mengusulkan agar sekolah menjadi gratis hingga jenjang menengah. Bupati Arifin menegaskan komitmennya untuk mendukung akses pendidikan yang inklusif bagi semua anak.
“Setiap anak berhak mendapatkan pendidikan berkualitas tanpa hambatan finansial,” kata Mas Ipin
Pihak disabilitas juga turut memberikan aspirasi, termasuk permintaan untuk peningkatan akses ke layanan kesehatan dan pendidikan.
“Kami menghargai kontribusi mereka dalam masyarakat dan akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas hidup mereka,” kata Bupati Arifin dengan tulus.
Dalam menanggapi usulan-usulan ini, Bupati Mochamad Nur Arifin, yang akrab disapa Mas Ipin, menyambut antusias aspirasi ini. Ia menekankan pentingnya desa ramah perempuan, anak, dan disabilitas dan mendorong seluruh OPD memiliki data terpilah gender untuk pembangunan yang berbasis data.
“Indeks pembangunan gender Kabupaten Trenggalek saat ini 93%, artinya masih ada 7%. Kalau mau bagus itu nilainya 100. maka butuh aksi nyata bukan sekedar cerita dari mulut ke mulut,” tegas Mas Ipin.
Mas Ipin juga menegaskan komitmennya untuk mengubah kata-kata menjadi tindakan nyata.
“Kita tidak lagi berbicara omong kosong. Kita harus bergerak, melakukan hal-hal konkret,” ujarnya dengan tekad.
Bupati juga menekankan pentingnya data gender terperinci dalam setiap program pembangunan, untuk memastikan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan.
Dengan semangat yang menggebu-gebu, Bupati Arifin menegaskan bahwa visi pembangunan Trenggalek adalah tentang mengubah masyarakat melalui tindakan nyata.
“Kita harus membuat perubahan yang nyata, bukan hanya berbicara di atas kertas. Kita harus beraksi,” tegasnya.
Dalam mengakhiri pernyataannya, Bupati Arifin menyinggung tentang inovasi dalam kebijakan kesehatan, dengan menanyakan apakah rumah sakit kelas 3 dapat memberikan layanan gratis.
“Mari kita berpikir out of the box. Kita butuh inovasi yang nyata untuk mewujudkan kesejahteraan bersama,” pungkasnya.
Musrena Keren ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Trenggalek dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Suara perempuan, anak, dan disabilitas menjadi pendorong utama untuk mencapai cita-cita tersebut.(CIA)
Views: 16
















