Ada Program Nol Perkawinan Anak, Tapi Angka Pernikahan Anak di Trenggalek Masih Mencapai Ratusan

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Program Nol Perkawinan anak di kabupaten Trenggalek ternyata belum mampu membendung angka pernikahan anak secara maksimal. Pasalnya, pada Tahun 2023 kemarin angka pernikahan anak masih mencapai ratusan. Meski ada penurunan, namun masih perlu upaya penanganan yang leih maksimal.

Panitera Pengadilan Agama Trenggalek, Hidayatullah, mengatakan bahwa jumlah pengajuan dispensasi nikah pada tahun 2023 tercatat sebanyak 195 perkara, sedangkan padai tahun sebelumnya sebanyak 277 perkara.

“Penurunan dari dispensasi kawin ini juga karena ada program dari pemerintah mencanangkan program Kabupaten nol perkawinan anak, sehingga perkawinan anak ini bisa diminimalisir, baik oleh pemerintah selaku pemangku wilayah, pemangku daerah, dan oleh lembaga-lembaga atau stakeholder lainnya yang membantu pemerintah,” kata Hidayatullah.

Dari 195 perkara pengajuan dispensasi nikah pada tahun 2023, sebanyak 98 perkara diajukan karena alasan hamil. Sementara itu, 3 perkara diajukan karena alasan pergaulan bebas dan hubungan intim. Sisanya, sebanyak 94 perkara diajukan dengan alasan untuk menghindari zina.

Hidayatullah menambahkan bahwa semua pengajuan dispensasi nikah pada tahun 2023 dikabulkan oleh Pengadilan Agama Trenggalek. Keputusan ini diambil setelah hakim mempertimbangkan berbagai faktor, di antaranya usia calon pengantin, kondisi keluarga, dan alasan pengajuan dispensasi.

“Pengajuan dispensasi nikah yang ditolak ini bermacam-macam alasannya, jadi pertimbangan Hakim, kalau bisa diselamatkan tidak sampai nikah duluan, artinya ditunda pernikahannya,” kata Hidayatullah.

Penurunan angka perkawinan anak ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya program Kabupaten Nol Perkawinan Anak yang digalakkan oleh pemerintah daerah. Program ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, hingga lembaga keagamaan. Namun, upaya ini harus ditingkatkan agar angka perkawinan anak di Trenggalek bisa ditekan hingga nol persen.

Views: 42