TRENGGALEK, bioztv.id – Deteksi dini stunting, Posyandu menjadi ujung tombak penanganan. Pasalnya, melalaui Posyandu, pertumbuhan balita mampu terpantau secara berkala. Sehingga kesesuaian pertumbuhan berat badan, tinggi dan usia Balita akan terus terpantau. Bila terdapat ketidaksesuaian, maka bisa langsung dilakukan penanganan.
Sesuai keterangan Plt Kepala Dinas Kesehatan pengendalian penduduk dan keluarga berencana Kabupaten Trenggalek, Upaya penanganan stunting wajib melibatkan semua pihak, yakni kepedulian pemerintah dan kesadaran peran serta masyarakat. artinya, rakyat harus berperan aktif mendukung program program pencegahan stunting pemerintah melalui aksi konkret dilapangan. Diantaranya harus rajin membawa balita ke Posyandu, pemenuhan gizi balita, menjaga kebersihan, dan lain sebagainya.
Lebih lanjut Plt kepala Dinas Kesehatan Trenggalek dr.Sunarto, menyebutkan, deteksi dini stunting bisa diketahui dengan mengukur panjang badan serta disesuaikan dengan umur balita. Pengukuran ini bisa dilakukan di masing masing posyandu. Saat di posyandu perkembangan tumbuh kembang balita akan dipantau secara berkala, Bila ada penyimpangan atau ketidaksesuaian tumbuh kembang balita, maka akan segera diketahui serta dilakukan penanganan lebih lanjut.
seperti diberitakan sebelumnya, upaya penanganan stunting di Trenggalek terus digencarkan, salah satunya melalui kegiatan rembuk stuntin. Langah ini menjadi upaya preventif supaya informasi bisa sampai ke rakyat tingkat bawah. Harapannya seluruh yang hadir pada rembuk stunting secara tidak langsung mampu menjadi kader untuk menyampaikan seberapa krusial urgensinya stunting di Trenggalek. Terlebih sesuai Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) angka Stunting di Trenggalek Tahun 2021 sebesar 18,1% sedangkan pada tahun 2022 menjadi 19,5%. sementara itu sasaran tahun depan turun hingga 11%.
Views: 48

















