TRENGGALEK, bioztv.id – Paling banyak dikeluhkan pasien, pelayanan rawat jalan, antrian farmasi dan laboratorium jadi PR besar perbaikan pelayanan RSUD dr.Soedomo Trenggalek. Pasien yang baru mayoritas tidak faham alur pendaftaran. Akibatnya justru terjadi penumpukan antrian panjang. Sehingga perlu adanya pendampingan pasien.
Menurut keterangan Bupati Trenggalek, dari hasil peninjauan pelayanan di RSUD dr.Soedomo, antrian panjang selain terjadi di Poli poli juga terjadi di Farmasi. Pasalnya, setelah dari poli pasien harus mendapatkan resep yang akan ditukar dengan obat diloket farmasi. Karena farmasi hanya memberlakukan satu loket saja untuk rawat jalan, dampaknya justru menyebabkan antrian panjang di Farmasi. Solusinya harus ada penambahan loket farmasi. Khususnya untuk poli-poli yang jumlah pasiennya banyak.
Lebih lanjut Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menjelaskan, pihaknya ingin perbaikan pelayanan di RSUD ini tidak dengan marah marah. Mengingat sudah dibantu oleh banyak OPD, diharap akan ada empati untuk mau berubah. Terkait anggaran yang ada di BLU, pihaknya akan meminta paparan untuk dirubah layout-nya supaya lebih baik. Jadi begitu drop zone seharusnya langsung ketemu dengan ruang pendaftaran. Kemudian polinya juga harus ngumpul. Selain itu farmasinya juga dibedakan dan ditambah..
Mas Ipin juga menambahkan, saat ia membantu pelayanan di farmasi menyediakan obat. Rata-rata pasien harus menunggu sekitar 1,5 hingga 2 jam. Lamanya waktu menunggu Ini tentunya kurang ideal. Terlebih rata-rata pasien yang datang penyakitnya ada yang Jantung, Paru-paru dan penyakit lainnya. Jika harus menunggu dengan waktu yang lama tentunya tidak nyaman.
Views: 83
















