TRENGGALEK, bioztv.id – Harga terus melonjak sejak pasca lebaran, Petani cabai rawit di Kabupaten Trenggalek bisa tersenyum menikmati hasil panen. Pasalnya, saat musim panen kali ini harganya hampir setiap hari naik. Dari pertama panen dengan harga Rp.25 Ribu per kilogramnya, saat ini harganya sudah melonjak Rp.62 Ribu per kilogramnya.
Menurut keterangan salah satu petani cabai rawit di Trenggalek, Nur Hadi Rokhmad menyampaikan, Di lahan pertanian seluas 150 meter yang ada di Kelurahan kelutan, Kecamatan Trenggalek. Ia menanam cabai rawit sekitar 4.000 batang. Tanaman cabai itu sudah mulai pane sejak lebaran kemarin. Saat pertama panen ia masih dengan harga Rp 25 ribu per kg. Kemudian selang ebebrapa hari harganya naik menjadi Rp 27 ribu per kg, naik lagi Rp 30 ribu per kg, Bahkan saat ini harga dari petani sudah tembus Rp 62 ribu per kg.
Lebih lanjut Nur Hadi Rokhmad menjelaskan, panen cabai rawit ia lakukan saban dua hari sekali. Setiap kali panen, ia bisa mengumpulkan rata-rata 1 kuintal. Jadi saat panen terakhir, ia bisa meraup cuan sekitar Rp 6,2 juta. Disisi lain, meski saat ini harga jualnya tinggi, namun tanaman cabainya sering di serang penyakit sejenis jamur. Penyakit ini membuat batang dan daun pohon rusak, layu, hingga mati. Kondisi ini tidak hanya terjadi di Trenggalek, namun para petani didaerah lain juga mengalami hal sama. Akibatnya, banyak petani cabai yang cabenya rusak, sehingga pasokan berkurang dan harganya melambung tinggi.
Nur Hadi juga menambahkan, cabai-cabai yang ia tanam mulai terserang sejak panen pertama. Yakni sekitar Maret lalu. Saat itu, banyak cabai yang menghitam, layu daun, hingga batang mengering. Kerusakannya terus terjadi sampai sekarang. Tapi ia terus mencoba menanggulanginya dengan perawatan ruting. Lombok yang rusak tidak dibuang begit saja, namun keringkan dan dijual dengan Harga sekitar Rp 15 ribu per kg.
Views: 222
















