Jika Sekda Treggalek Kembali Mangkir, Aktivis Siap Kerahkan Massa Besar

oleh
oleh
Geram dengan ulah Sekda Trenggalek 6 kali mangkir dari kegiatan hearing terkait rencana Pinjaman daerah ke PT.SMI di gedung DPRD, sejumlah aktivis yang tergabung dalam "Paguyuban Masyarakat Trengggalek" ancam akan kerahkan massa besar besaran jika pada hearing selanjutnya Sekda kembali mangkir.
Geram dengan ulah Sekda Trenggalek 6 kali mangkir dari kegiatan hearing terkait rencana Pinjaman daerah ke PT.SMI di gedung DPRD, sejumlah aktivis yang tergabung dalam "Paguyuban Masyarakat Trengggalek" ancam akan kerahkan massa besar besaran jika pada hearing selanjutnya Sekda kembali mangkir.

TRENGGALEK, bioztv.id – Geram dengan ulah Sekda Trenggalek 6 kali mangkir dari kegiatan hearing terkait rencana Pinjaman daerah ke PT.SMI di gedung DPRD, sejumlah aktivis yang tergabung dalam “Paguyuban Masyarakat Trengggalek” ancam akan kerahkan massa besar besaran jika pada hearing selanjutnya Sekda kembali mangkir.

Mengacu keterangan Ketua Tim Koordinator “Paguyuban Masyarakat Trengggalek”, jika pada tahun 2021 ini Pengajuan pinjaman daerah ke PT.SMI bisa cair, maka mulai tahun 2022 ABD Trenggalek akan mulai berkurang untuk membayar utang. Pada tahun pertama dimungkinkan dampak terhadap APBD tidak begitu terasa, namun pada tahun tahun berikutnya dinilai justru akan memberatkan APBD. Terlebih pembayaran utang pinjaman daerah ini juga tidak bisa selesai dalam kurun wkatu satu atau 2 tahun saja, namun akan berlanjut hingga masa Pemerintah berikutnya. Sehingga para aktivis meminta agar Sekda Trenggalek bisa menjelaskan secara rinci terkait perencanaan ini.

Lebih lanjut Ketua Tim Koordinator “Paguyuban Masyarakat Trengggalek”, Imam Bahruddin menyampaikan, karena pada hearing yang ke-6 sekda kembali tidak hadir, akhirnya harus ditunda pada hearing berikutnya. Karena para aktivis meminta agar permasalahan ini dijelaskan langsung oleh ketua TAPD yang saat ini dijabat oleh sekda. Jika pada hearing berikutnya sekda kembali tidak hadir, para aktivis juga akan mengerahkan masa secara besar besaran.

Sekedar diketahui bahwa, Saat ini pemerintah daerah sudah mengajukan pinjaman daerah ke PT. Sarana Multi Insfratruktur (SMI) sebesar sekitar 250 Miliar Rupiah. Terkait hal ini, sejumlah persyaratan yang diperlukan juga sudah dikirim sejak awal pengajuan bulan mei lalu. sesuai rencana awal, anggaran tersebut akan digunakan untuk membangun rumah sakit di kawasan Prigi Kecamatan Watulimo. Namun seiring berjalannya waktu ada perubahan rencana pemanfaatan, yaitu akan digunakan untuk pengembangan RSUD dan pembangunan Infrastruktur.

Views: 2