TRENGGALEK, bioztv.id – Pengelolaan insfrastruktur di Kabupaten Trenggalek dianggap buruk, sejumlah aktivis yang tergabung dalam “Paguyuban Perwakilan Masyarakat” khawatir jika rencana utang ke PT.SMI untuk bangun rumah sakit di Prigi ikut terdampak. Aktivis meminta agar rencana itu dikaji ulang dandiperhitungkan dampaknya kedepan.
Dari pantaun aktivis “Pagyuban Perwakilan Masyarakat”, selama beberapa tahun terakhir pembangunan insfrastruktur di Kabupaten Trenggalek banyak yang berujung masalah. baik masalah putus kontrak, bangunan baru yang rusak, hingga munculnya permasalahan yang lain.Sejumlah bangunan yang berujung masalah itu antara lain, pembangunan jalan di Kecamatan munjungan yang putus kontrak, Pembangunan Pasar karangan yang rusak setelah selesai dibangun, pembangunan jalan Ngampon-Bendo, sengketa lahan bangunan gedung abru Kesbangpol dan lain sebagainya.
Ketua Tim Koordinator Paguyuban Masyarakat Trengggalek, Imam Bahruddin menyampaikan, mengingat pengelolaan insfrastruktur di Trenggalek ini masih buruk, pihaknya khawatir jika rencana pembangunan rumah sakit di kawasan Prigi yang akan dibiayai dari dana hasil Utang atau dana pinjaman daerah ke PT.SMI itu juga ikut menuai dampak yang buruk pula. Sehingga rencana itu harus dikaji lebih dalam dan diperhitungkan dampak terburuk yang dimungkinkan bisa terjadi.
Sebelumnya diketahui bahwa, sejumlah aktivis yang tergabung dalam “Paguyuban Perwakilan Masyarakat”, sudah 4 kali lakukan hearing ke kantor DPRD Trenggalek untuk membahas rencana Pemkab Trenggalek ajukan utang ke PT.Sarana Multi Insfratruktur (SMI). Namun selama 4 kali hearing itu selalu gagal karena pihak TAPD belum bisa menampung aspirsi mereka. Dalam hal ini, para aktivis meminta agar Ketua TAPD yang dijabat oleh Sekda Trenggalek bisa menjelaskan rencana itu secara detail, khusunya terkait rencana pemanfaatannya.
Views: 6
















