TRENGGALEK, bioztv.id – Hearing ke-4 bahas rencana pemerintah daerah ajukan utang ke PT.SMI dianggap gagal, sejumlah aktivis yang tergabung dalam “Paguyuban Perwakilan Masyarakat” minta hearing ulang bareng TAPD. Pasalnya, pada agenda ke-4 ini yang diterima aktivis hanyalah pemaparan bupati, dan bukan penjelasan detail dari TAPD.
Mengacu keterangan Ketua Tim Koordinator Paguyuban Masyarakat Trengggalek, sesuai permohonan agenda maupun undangan yang ia terima pada 30 Juni ini adalah agenda hearing, namun saat sampai di gedung DPRD Trenggalek yang ia peroleh hanyalah mendengarkan pemaparan Bupati terkait rencana penjaman daerah kepada PT.SMI. Sementara itu yang diminta aktivis adalah penjelasan detail dari ketua tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) terkait pemanfaatan dana pinjaman daerah, beserta dampak atau resiko dari pinjaman darah itu.
Lebih lanjut Ketua Tim Koordinator Paguyuban Masyarakat Trengggalek , Imam Bahruddin menyampaikan, kegiatan kali ini dinilai bukanlah hearing, tapi hanya mendegarkan pemaparan bupati saja, sehingga aspirasi dari para aktivis belum bisa tersampaikan. Karena hearing kali ini dianggap gagal, para aktivis juga minta diagendakan ulang untuk bisa hearing bareng sekda atau ketua TAPD.
Imam juga menambahkan, jika terkait pemaparan bupati soal rencana pinjaman daerah pihaknya sudah memahami, namun yang dipertanyakan para aktivis dalah rencana detail pemanfaatan dan resikonya. Pasalnya, selama beberpaa waktu terakhir, di Kabupaten Trenggalek sudah sering terjadi kegaiatan pembangunan berskala besar yang justru berujung permasalahan.
Views: 0
















