Beranda NEWS Tidak Memenuhi Kourum, Mediasi Polemik Bagi Hasil LMDH Di DPRD Trenggalek Tertunda

Tidak Memenuhi Kourum, Mediasi Polemik Bagi Hasil LMDH Di DPRD Trenggalek Tertunda

178
Tidak Memenuhi Kourum, Mediasi Polemik Bagi Hasil LMDH Di DPRD Trenggalek Tertunda
Dinilai tidak memenuhi kourum, mediasi polemik petani pesanggem LMDH di aula gedung DPRD Trenggalek akhirnya di tunda. Pasalnya, sejumlah perwakilan LMDH dan Kepala Desa yang di undang banyak yang tidak hadir. Rencananya mediasi ini akan dilanjutkan pada Jumat mendatang.

TRENGGALEK, bioztv.id – Dinilai tidak memenuhi kourum, mediasi polemik petani pesanggem LMDH di aula gedung DPRD Trenggalek akhirnya di tunda. Pasalnya, sejumlah perwakilan LMDH dan Kepala Desa yang di undang banyak yang tidak hadir. Rencananya mediasi ini akan dilanjutkan pada Jumat mendatang.

Menurut keterangan ketua Komisi 2 DPRD Trenggalek, Pranoto menyampaikan, polemik yang terjadi antara petani pesanggem dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH)ini diduga disebabkan karena adanya miskomunikasi terkait system bagi hasil. Sehingga komisi 2 DPRD Trenggalek berinisiatif lakukan mediasi dengan pihak Perhutani. Namun, mereka yang diundang belum bisa hadir semua, sehingga proses mediasi ini ditunda.

Sementara itu Wakil Administratur Pehutani SKPH Kediri Selatan Adi nugroho,  menyampaikan, untuk prosentase bagi hasil pengelolaan hutan sudah jelas, yaitu 70% untuk pengelola hutan, dan 30% untuk Perhutani. Sedangkan polemic yang terjadi dikalangan LMDH Munjungan itu diduga kerana adanya miskomunikasi di Masyarakat.

Ketua Komisi 2 DPRD Trenggalek juga menambahkan, meski mediasi terkait pesanggem LMDH kali ini gagal digelar karena banyak undangan yang tidak bisa hadir, namun pihaknya akan kembali menjadwalkan ulang kegiatan mediasi tersebut. Rencananya, mediasi itu akan kembali digelar pada 16 Oktober mendatang.